Selasa, 17 Agustus 2010 17:32 WIB News Share :

Jurnas
Buku Agus bukan suvenir istana

Jakarta–Buku wawancara khusus putra Presiden SBY, Agus Harymurti Yudhoyono, dibagikan kepada tamu peringatan HUT ke-65 RI di Istana Merdeka. Harian Jurnal Nasional selaku penerbit, menegaskan buku itu bukan suvenir istana.

“Itu bukan suvenir Istana. Buku itu adalah bagian dari edisi khusus kita,” kata Pemimpin Umum Harian Jurnas, N Syamsuddin Ch Haesy, Selasa (17/8).

Menurut Syamsuddin, Jurnas setiap tahun meluncurkan edisi khusus menyambut perayaan 17 Agustus. Tahun ini, formatnya adalah koran berisi wawancara khusus dengan Presiden SBY dan boklet yang berisi wawancara dengan Agus. “Kita lihat ada generasi muda yang punya prestasi. Salah satunya Agus yang kebetulan anak Presiden SBY,” kata Syam.

Syam membantah jika pembagian buku ini adalah prakarsa istana. Justru menurutnya, Jurnas mendistribusikan langsung kepada para tamu undangan. Bahkan buku ini pun menurutnya juga bisa diperoleh di berbagai tempat lain dan bukan ekslusif acara di Istana.

“Kita yang distribusikan langsung. Kita izin sama panita. Kita bagi di lima titik sekitar 15 orang. Memang sekitar segitu, 12 ribu buku,” jelas dia.

Buku-buku yang diterima para undangan tidak hanya dari Jurnas, ada pula dari BPS, majalah Gatra, Kriya, SIKIB dan buku tentang batik dari Ibu Ani Yudhoyono. Syam menyayangkan pihak-pihak yang menilai negatif terhadap buku tersebut. “Positive thinking dong. Itu bukan suvenir. Kok kesannya Jurnas dapat apa begitu (dari Istana),” tutupnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…