Selasa, 17 Agustus 2010 23:57 WIB Sukoharjo Share :

Diduga pabrik Upal, sebuah rumah digerebek

Sukoharjo (Espos)–Sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat pembuatan uang palsu (Upal) di Desa Pojok, Tawangsari digrebek jajaran Resmob Polres Sukoharjo, Selasa (17/8) siang.

Dalam penggerebekan tersebut, tiga orang yang diduga pelaku pembuat Upal dengan omzet puluhan juta tersebut berhasil diamankan di Mapolres Sukoharjo. Salah satu pelaku yang ikut diamankan tersebut, diduga kuat merupakan salah satu pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di Sukoharjo.

Penggerebekan dipimpin langsung Kasatreskrim Sukoharjo AKP Sukiyono sekitar pukul 12.00 WIB dan berhasil menyita belasan juta Upal pecahan Rp 100 ribu, sebagian besar pecahan Rp 50 ribu dan juga Rp 10 ribu yang baru dicetak. Bahkan, sebagian di antaranya siap diedarkan ke sejumlah wilayah di Soloraya dan juga Yogyakarta.

Jajaran Resmob juga turut menyita berbagai peralatan pembuatan Upal seperti laptop, CPU, printer, sablon manual, cat sablon, kertas dorslah bahan dasar pembuatan Upal, master dan juga pilok serta alat untuk merapikan Upal berbentuk mirip setrika yang terbuat dari kaca.

Dari hitungan sementara, uang yang disita sekitar Rp 10 juta upal jadi yang masih dalam tahap pembuatan serta Rp 1,6 juta upal siap edar dan satu kresek Upal pecahan Rp 100 ribu yang rusak atau gagal.

Kapolres Sukoharjo melalui Kasatreskrim AKP Sukiyono mengatakan, penggrebekan tersebut merupakan hasil lidik.  “Meskipun kami sudah mengamankan tiga orang yang diduga pelaku, tapi sampai saat ini kami masih melakukan lidik dan pengembangan,” ujarnya kepada wartawan, seusai penggrebekan.

Dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Untuk sementara tiga orang yang diduga pelaku masih akan diperiksa. “Belum ada penetapan tersangka semua masih saksi dan siap diperiksa. Seluruh barang bukti upal masih didata, jumlah belum tahu, hitungan awal lebih dari Rp  10 juta upal yang disita,” katanya.

Sementara menurut informasi salah seorang yang diduga pelaku dan ikut diamankan Resmob, pabrik pembuatan Upal tersebut baru beroperasi sejak satu bulan setengah. Diduga, sudah puluhan juta Upal yang telah diedarkan di wilayah Soloraya.  “Upal yang sudah diedarkan berapa saya tidak tahu, sebab saya hanya teknisi yang ikut membantu pembuatan,” ujarnya.

ufi

lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…