Selasa, 17 Agustus 2010 23:13 WIB Sragen Share :

Dianiaya, warga Karangmalang lapor polisi

Sragen (Espos)–Tri Budi Utomo alias Bayem, 27, warga Bulakasri, Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Sragen bocor di bagian kepalanya lantaran dipukul dengan pipa besi sampai kali ketiga. Lantaran tidak mengetahui motif penganiayaan itu, Bayem langsung melapor ke Mapolres Sragen, Senin (16/7).

Keterangan yang himpun Espos, dari korban saat melapor ke Mapolres Sragen, penganiayaan itu bermula saat korban keluar dari toko kelontong di Jl Kartini, Plumbungan Indah, Karangmalang. Saat hendak menghampiri kendaraannya, tiba-tiba korban dipukul dari belakang sampai kali ketiga. Korban sempat melawan pelaku. Namun belum sempat mengetahui wajahnya, pelaku berhasil melarikan diri.

Peristiwa pemukulan itu diketahui dua orang saksi Ny Agus, 40, pemilik toko dan warga lainnya Yuli, 30. “Saya merasa tidak memiliki musuh. Namun memang satu bulan lalu, saya memiliki pacar. Ketika ketahuan lelaki mantan yang pernah memacari perempuan yang saya sukai itu, tiba-tiba saya juga dipukul. Apakah orang yang sama yang memukul, saya tidak tahu,” ujarnya.

Bayem memberikan keterangan tentang ciri-ciri orang yang memukulinya, yakni bertubuh kurus agak kecil dan berambut cepak. Perkara tersebut masih ditindaklanjuti aparat Reskrim Polres Sragen untuk pengembangan lebih lanjut.

trh

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…