Selasa, 17 Agustus 2010 13:29 WIB Ekonomi Share :

BI yakin bisa jaga rupiah di kisaran 9.000/US$

Jakarta–Bank Indonesia (BI) optimistis dapat menjaga nilai tukar rupiah sesuai dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah di kisaran Rp 9.000/US$ di akhir 2010.

Hal tersebut disampaikan Gubernur BI terpilih, Darmin Nasution usai upacara memperingati HUT RI ke 65 di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (17/08).

“Sekarang kan kurs terlalu kuat sekarang itu di Rp 8.980/US$, sebetulnya situasi sampai akhir tahun itu capital inflow tetap ada walaupun tidak terlalu banyak tapi ada arus,” ujarnya.

Darmin meyakini nilai tukar rupiah tidak akan banyak beranjak dari posisi 9.000 per dolar AS hingga akhir tahun 2010. “Sampai akhir tahun disekitar itu naik atau turun sedikit di Rp 9000. Jadi apa yang disampaikan bapak Presiden itu sudah tepat,” jelas Darmin.

Sebelumnya Presiden SBY memperkirakan nilai tukar rupiah rata-rata akan mencapai Rp 9.000-9.200/US$ sepanjang tahun 2010. Meskipun pada saat ini rupiah memiliki kecenderungan menguat sampai di bawah Rp 9.000/US$.

SBY mengatakan nilai tukar rupiah sepanjang 2010 ini akan terus menguat karena semakin tingginya kepercayaan pelaku pasar terhadap perekoonomian dalam negeri.

Ditempat yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya mengatakan penguatan yang terjadi belakangan ini sebetulnya tidak terlalu signifikan.

“Sebetulnya tidak terlalu signifikan, karena tugas BI menjaga tidak boleh cepat menguat dalam waktu singkat dan kalau melemah juga jangan terlalu cepat dan besar. Kita menjaga disitu aja,” ujar Budi Mulya.

Menurutnya, dari hari ke hari perkembangan nilai tukar rupiah selalu dipengaruhi keadaan di AS dan Eropa.

“Jadi apa yang terjadi di AS dan Eropa, kalau kita teliti dan mendengar berita pasti ada bullish ada berrish ada juga sentimen tidak pasti. Nah kalau ada sentimen yang tidak pasti ya itu dinamakan flight to quality,” ungkap Budi Mulya.

Budi Mulya menambahkan, BI akan selalu menjaga rupiah dalam keadaan stabil. Hal itu penting bagi seluruh pihak karena ekonomi menurut Budi Mulya harus seimbang antara pihak yang berharap rupiah menguat dan pihak yang mengharap rupiah melemah. “BI tidak boleh terombang ambing oleh pilihan itu,” kata Budi Mulya.

dtc/ tiw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…