Sragen ajarkan Kewirausahaan di sekolah 2011

Sragen--Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, akan menerapkan mata pelajaran kewirausahaan secara intensif di sekolah menengah setempat mulai 2011.

“Sejak 2002 sebenarnya kami sudah mulai menerapkan materi kewirausahaan di lingkungan sekolah, tetapi masih terbatas baik dari segi materi maupun jumlah sekolah yang menerapkan,” kata Sekretaris Disdik Sragen Giyadi di Sragen, Senin (16/8).

Sejak saat itu, kata dia, materi kewirausahaan masih sebatas materi pelajaran yang disisipkan pada mata pelajaran tertentu maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Akan tetapi, lanjut dia, pihaknya akan menerapkan secara intensif sebagai mata pelajaran tersendiri di sekolah-sekolah di Sragen, terutama tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Hal tersebut akan disesuaikan dengan spesifikasi khusus pada sekolah-sekolah yang menerapkan mata pelajaran tersebut,” kata dia.

Menurut dia, upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing lulusan sekolah di Sragen agar tidak kalah dengan lulusan sekolah dari daerah lain, terutama dalam kompetisi usaha.

Paradigma sekolah untuk bekerja, kata dia, saat ini tidak hanya diterapkan pada SMK, tetapi juga pada SMA mengingat banyak lulusan SMA di Sragen yang tidak melanjutkan ke pndidikan tinggi dan melanjutkan ke jenjang kerja.

“Dalam mengantisipasi persaingan global, perlu disiapkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berkualitas dalam persaingan dunia kerja,” kata dia.

Pada penerapannya, kata dia, para siswa akan didorong meningkatkan kreativitas dan keberanian dalam menghadapi risiko membentuk serta memelihara suatu usaha baru.

Selain itu, lanjut Giyadi, para siswa juga tidak diajarkan melalui materi dalam ruang, tetapi juga praktik di lapangan.

Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM (Disperinkop UMKM) Sragen, Dewi Dwi Hastuti mengatakan, langkah penerapan mata pelajaran kewirausahaan di sekolah diharapkan dapat membantu Pemkab Sragen dalam mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan daya saing tenaga kerja setempat.

“Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan sektor strategis yang bisa dibidik para lulusan sekolah di Sragen untuk menerapkan materi pelajaran kewirausahaan. Sektor tersebut terbukti dapat secara efektif menggerakkan roda perekonomian setempat,” kata Dewi.

Pada kesempatan lain, Kementerian Tenaga Kerja telah menargetkan pada 2010 muncul wirausahawan baru di Indonesia sebanyak dua persen dari total penduduk Indonesia atau sekitar 4,4 juta.

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Tenaga Kerja menganggarkan Rp 500 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kebutuhan pelatihan kewirausahaan.

Ant/nad

Editor: | dalam: Sragen |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »