Senin, 16 Agustus 2010 16:17 WIB News Share :

SBY dinilai lupa janji kampanye

Jakarta--ICW menyebut Presiden SBY telah melupakan janji kampanyenya mengenai pemberantasan korupsi di Indonesia.

Hal itu tampak dari pidato kenegaraan SBY yang sangat sedikit menyebutkan kata-kata korupsi di dalamnya.

“SBY sudah lupa akan janjinya akan pemberantasan korupsi. Janji kampanye memang paling gampang untuk dilupakan,” kata Koordinator ICW Danang Widoyoko dalam diskusi di kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (16/8).

Danang mengatakan, dalam pidato kenegaraan SBY, penyebutan kata korupsi sangat sedikit dibanding 5 tahun lalu saat periode pertama SBY menjabat sebagai presiden. Negara dinilai telah absen dalam menegakkan keadilan.

“Justru yang ada adalah hukum rimba. Di mana siapa yang kuat dia yang bebas dari hukum,” ungkapnya.

Menurut Danang, tidak ada kasus pemberantasan korupsi dalam setahun terakhir yang bisa dibanggakan, baik dari Kepolisian maupun Kejaksaan. Kasus-kasus korupsi di daerah pun masih banyak terjadi dan perkaranya masih belum tuntas semua.

“Yang saat ini terjadi adalah budaya pemberantasan korupsi dan semangat pemberantasan korupsi tidak ada lagi,” ujarnya.

Danang meminta SBY harus bisa bertindak lebih tegas. Jangan sampai pemerintah mengalami disorientasi dalam penegakan hukum.

“Saya khawatir 4 tahun ke depan kita mengalami kemunduran. Mudah-mudahan ini tak akan terjadi terhadap presiden yang bisa bertindak tegas dalam beberapa kasus seperti rekening gendut dan kriminalisasi KPK yang melibatkan Anggodo,” pintanya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…