Senin, 16 Agustus 2010 14:54 WIB News Share :

SBY diminta siagakan TNI

Jakarta--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta untuk menyiagakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di sepanjang perbatasan RI-Malaysia setelah insiden penangkapan 3 petugas Dinas Kelautan dan Perikanan.

Insiden ini jangan sampai terulang lagi.

“Presiden selaku panglima tertinggi harus mengerahkan armada,” ujar Ketua Umum Forum Studi Aksi Demokrasi Faisal Riza Rahmat, dalam jumpa pers di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Senin (16/8).

Faisal menilai patroli pengawasan perbatasan atau patroli pencurian ikan yang dilakukan oleh KKP atau kepolisian tanpa dipersenjatai, hanya sia-sia. Patroli laut tanpa kekuatan bersenjata malah membuat aparat penegak hukum RI dilecehkan Malaysia.

“Coba kalau TNI AL atau Marinir yang menjaga,” terang dia.

Menurut Faisal, kedaulatan RI adalah harga mati. Jelas sekali insiden penangkapan nelayan dan petugas KKP ini adalah rekayasa Malaysia untuk melecehkan kedaulatan RI.

“Kalau begini terus, jangan salahkan kalau nanti rakyat Indonesia melakukan sweeping pada orang Malaysia,” tutupnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…