Senin, 16 Agustus 2010 21:11 WIB Boyolali Share :

Polisi datangkan psikolog periksa ayah bunuh anak

Boyolali–Kepolisian Resor (Polres) Boyolali akan mendatangkan psikolog untuk melakukan pemeriksaan terhadap seorang ayah yang diduga membunuh anaknya yang baru usia 18 hari, di Desa Kayen, Kecamatan Juwangi, Boyolali, Jateng, Minggu (15/8) malam.

Kepala Polres Boyolali Ajun Komisaris Besar Polisi Romin Thaib didampingi Kapolsek Juwangi AKP Nurul Huda, di Boyolali, Senin, mengatakan,  pihaknya akan mendatangkan psikolog untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku, Loso, 21, warga  Dusun/Desa Kayen, Kecamatan Juwangi, yang tega membunuh anaknya, Roy Sandika, dengan sabit.

Menurut Kapolsek, pihaknya belum dapat melakukan pemeriksaan intensif, karena tersangka belum didampingi oleh pengacaranya.

Polisi masih meminta keterangan para saksi,  di antaranya, Sunarti, 32, (istri Loso) dan Nyoman Marmo (bapak Loso). Keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Juwangi.

Sunarti mengaku tidak mengetahui persis aksi pembunuhan tersebut. Dia kaget setelah sampai di rumah usai membeli obat dari bidan desa setempat.

Sementara menurut saksi lainnya Marmo, dia tidak mengetahui aksi pembunuhan, tetapi dia curiga saat mencari sabit yang baru saja diasahnya tidak berada di tempatnya.  Ternyata, tak disangka sabit itu, untuk membunuh cucunya.

Kepala Dusun (Kadus) II Desa Kayen Baru, Kecamatan Juwangi, Daryadi, mengatakan, warga setempat tidak menyangka, kalau Loso akan berbuat nekad dengan membunuh anaknya sendiri dengan sebilah sabit.

“Dia itu, orangnya sangat pendiam, kalau ditanya hanya menjawab seperlunya,” kata Darmadi.

Menurut dia, kelakuan Loso sehari-hari agak berbeda dengan orang biasanya.  Dia sering terlihat merenung seperti sedang mempunyai beban pikiran. Bahkan, dia terkesan menjauh jika didekati warga sekitar.

Dijelaskan dia, Loso sejak menikah dengan Sunarti, tinggal di rumah mertuanya, di Kabupaten Sragen. Mereka baru sekitar empat hari ini pulang ke rumah orang tuanya di Juwangi.

Warga sekitar menilai kalau Loso itu kondisinya sering tidak stabil atau agak tidak waras.

Tersangka saat diamankan oleh polisi, kata Daryadi, sempat menanyakan kepada Loso,  mengapa dia tega melakukan dengan membunuh anaknya.  Loso mengaku tidak dapat menahan emosi dan dia inginnya membunuh.

Sementara Kapolsek menambahkan, kasus pembunuhan itu sempat menggemparkan warga Dusun/Desa Kayen, Kecamatan Juwangi, Minggu malam (15/8).

Tersangka nekat menghabisi nyawa bayinya bernama Roy Sandika dengan sebilah sabit di kamar tidurnya. Usai menghabisi nyawa anaknya sendiri, Loso membungkusnya dengan kain batik dan jasad Roy dimasukkan ke tas punggung dan dibuang di jerami kandang ayam di belakang rumahnya.

Ant/nad

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…