Senin, 16 Agustus 2010 18:00 WIB News Share :

Pemerintah minta masyarakat tak memborong Sembako

Semarang--Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meminta masyarakat tidak melakukan aksi pemborongan sembilan bahan pokok (Sembako) menjelang Lebaran 2010, sehingga tidak berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Tradisi lebaran tetap ada, tidak dihilangkan. Akan tetapi jangan disertai dengan memborong sembako. Stok barang akan selalu ada,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang, Arief Moelia Adie, di Semarang, Senin.

Arief meminta masyarakat tidak perlu terlalu berlebihan (memborong sembako, red.). Apalagi, Pemkot Semarang juga berencana menggelar pasar murah.

Ia menjelaskan, jika permintaan barang naik, maka harga barang juga akan mengikuti menjadi naik. Oleh karena itu, diupayakan agar membeli barang sewajarnya.

Terkait pelaksanaan pasar murah, Disperindag Kota Semarang masih melakukan rapat dengan distributor untuk menentukan komoditas, harga, dan pelaksanaan pasar murah.

“Harganya pasti lebih murah dari harga di pasaran dan dari harga di tingkat distributor, karena mendapat subsidi dari pemerintah,” katanya.

Target sasaran adalah keluarga miskin dengan daya beli rendah, dan data dari tingkat daerah ada pada tingkat kecamatan dan kelurahan setempat.

“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, target kita sesuai sasaran,” katanya.

Ada delapan titik yang direncanakan sebagai tempat pelaksanaan pasar murah di Kota Semarang adalah Kecamatan Banyumanik, Kecamatan Semarang Selatan, Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Semarang Utara, Kecamatan Semarang Tengah, Kecamatan Semarang Barat, Kecamatan Genuk, dan Kecamatan Tembalang.

Ant/nad

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…