Senin, 16 Agustus 2010 12:49 WIB News Share :

Pejuang kemerdekaan harapkan tempat tinggal layak

Medan–Sejumlah veteran dan mantan pejuang kemerdekaan di Sumatera Utara mengharapkan pemerintah memberikan kemudahan dalam mendapatkan rumah atau tempat tinggal yang layak.

Dalam acara silaturahmi dengan muspida Sumut di Medan, Senin, mantan pejuang kemerdekaan Jawiyah, 75, mengaku merasa sedih karena belum memiliki tempat tinggal yang layak.

Jawiyah mengaku ingin menikmati kemerdekaan yang ikut diperjuangkannya dengan memiliki rumah sendiri meski telah memasuki usia senja. Jawiyah terpaksa harus menghabiskan hidupnya di asrama veteran yang berlokasi di Makodam I Bukit Barisan bersama dengan sejumlah veteran lain karena tidak mampu memiliki tempat tinggal yang layak.

Mantan perawat di masa merebut dan mempertahankan kemerdekaan itu terpaksa harus berpisah dengan empat anaknya yang juga belum memiliki rumah dan penghidupan yang layak. Jawiyah mengaku terpaksa harus melupakan keinginannya untuk berkumpul dengan anak dan cucunya.

Namun, Jawiyah mengaku mendapatkan perhatian yang cukup baik dari pemerintah, khususnya Pemprov Sumut yang memberikan dana kesejahteraan sebesar Rp 250.000 per bulan.

Keinginan serupa juga disampaikan veteran kemerdekaan B Sitompul, 80, yang mengaku sering menerima keluhan dari sejumlah mantan pejuang yang belum memiliki rumah.

Mantan anggota Batalyon Malau yang bermarkas di Tapanuli Utara itu mengatakan bahwa kepemilikan terhadap merupakan salah satu impian dari veteran dan mantan pejuang kemerdekaan.

ant/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…