Senin, 16 Agustus 2010 21:38 WIB News Share :

Menlu enggan gegabah kirim Nota Diplomatik ke Malaysia

Jakarta--Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa enggan menyikapi permasalahan 3 personel DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) yang ditangkap polisi Malaysia beberapa waktu lalu.

Hal ini dikarenakan belum ada batas yang jelas kelautan antara Malaysia dan Indonesia.

“Permasalahan perbatasan sendiri belum tuntas, karena perundingan dengan Indonesia- Malaysia belum dilakukan untuk batas lautnya,” kata Marty.

Pernyataan tersebut diungkapkannya usai menggelar pertemuan terkait Program Presidential Friends of Indonesia, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambom, Jakarta Pusat, Senin (16/8).

Marty menambahkan, terkait permasalahan tersebut pihaknya enggan terburu-buru melayangkan Nota Diplomatik kepada pihak Malaysia.

“Bicara nota protes atau nota diplomatik, itu kan harus berdasarkan data akurat, di mana kejadian terjadi, koordinatnya, karena kalau kita menyampaikan sesuatu dalam bentuk nota diplomatik itu akan menjadi rujukan selama-lamanya, jadi kita tidak ingin gegabah, sehingga jangan terlalu cepat menyampaikan nota tapi dikemudian hari menimbulkan masalah baru,” jelasnya.

Meski demikan, Indonesia telah menyampaikan keprihatinan kepada Menlu Malaysia dan pejabat negara terkait penangkapan 3 personel DKP oleh aparat Malaysia. “Keprihatinan sudah disampaikan secara lisan,” tutur Marty.

Apakah dalam permasalahan ini Indonesia belum memiliki kejelasan batas laut dengan Malaysia sehingga Kemlu terkesan lamban dalam penyelesaian masalah ini?

“Kita perlu betul-betul akurat, kita perlu titik koordinatnya di mana supaya akurat. Ini bukan tandanya ada sengeketa, hanya fakta belum dilakukan saja,” kilahnya menjawab pertanyaan wartawan.

Kemlu mengaku siap berunding dengan Malaysia terkait permasalahan yang menimpa 3 personel DKP tersebut. “Indonesia siap setiap saat untuk berunding, sekarang pun kami siap. Namun Malaysia sendiri belum siap karena mereka harus menuntaskan masalah perbatasan dengan Singapura dulu sebelum mereka bisa berunding dengan indonesia,” tegasnya.

Kondisi 3 personel DKP sendiri, imbuh Marty, saat ini tengah dilakukan proses pemeriksaan oleh polisi Malaysia. Dirinya berharap usai proses pemeriksaan para petugas dapat kembali ke tanah air.

“Kami tegaskan kepada Menlu Malaysia, seandainya proses permintaan keterangan sudah selesai, maka tidak ada alasan lagi untuk ketiga rekan itu bisa kembali ke tanah air,” jelasnya.

Disinggung usulan mempersenjatai petugas DKP dalam pembekalan tugasnya, pihaknya akan mengevaluasi usulan tersebut jika permasalahan sudah dianggap tuntas. “Nanti akan dievaluasi,” tutup Marty.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…