Senin, 16 Agustus 2010 11:01 WIB News Share :

Menlu
Belum ada kesepakatan batas dua negara

Jakarta-– Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Marty Natalegawa mengatakan bahwa insiden penangkapan tujuh nelayan Malaysia dan berbalas penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) di Kepulauan Riau terjadi karena belum adanya kesepakatan batas dua negara.

Untuk itu, pemerintah bertekad akan menyelesaikan insiden tersebut dengan baik antarkedua pemerintah. Bahkan, Marty mengaku komunikasi terus dilakukan hingga pagi ini.

“Sepanjang pagi ini kami terus melakukan komunikasi, baik dengan pihak-pihak Malaysia, duta besar kita di Kuala Lumpur maupun dengan Komjen kita di Johor. Bahkan dengan Menlu Malaysia,” kata Marty di DPR sebelum mengikuti pidato kenegaraan, Senin (16/8).

Menurut Marty, pemerintah Indonesia atau pemerintah Malaysia bertekad mengatasi insiden ini dengan baik. “Dari Indonesia, perintah menyelesaikan ini sesuai dengan arahan presiden. Ini mencerminkan adanya persahabatan kedua negara,” kata dia.

Sebab, dia menambahkan, memang faktanya antara Malaysia dan Indonesia, khusus batas laut terkait belum ada kesepakatan.

Hal itu terjadi, ujar Marty, karena antara kedua negara belum ada perundingan. “Perundingan belum dimulai dan belum ada persetujuan antara batas wilayah daratan dan lautan antara Indonesia dan Malaysia,” katanya.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…