Senin, 16 Agustus 2010 14:02 WIB News Share :

Memfoto Hotel Ritz-Carlton, Nukul ditangkap Densus 88

Tuban–Keluarga di Tuban kebingungan saat mengetahui Nukul bin Tamu Munasir, 20, ditangkap dan diperiksa Densus 88 gara-gara memotret hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Nukul diketahui sebagai orang pendiam. Saat di Tuban, sebelum merantau ke Jakarta, Nukul adalah penggembala kambing.

Di mata keluarga, sosok Nukul, asal Dusun Doro RT 006 RW 02, Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Tuban, merupakan pria pendiam dan tidak neko-neko. Bungsu tujuh bersaudara pasangan Munasir, 70 dan Darmila, 65, ini tidak pernah bergaul dengan pemuda berandalan.

“Anak saya tidak pernah neko-neko. Kalau ada pemuda yang bertingkah urakan atau neko-neko, dia memilih menghindar dan menjauh,” kata orangtua Nukul, Munasir, saat ditemui di rumahnya, Senin (16/8).

Menurut Munasir, Nukul hanyalah lulusan SD. Meski begitu, Nukul dikenal sebagai anak yang pekerja keras. Setelah lulus SD, Nukul membantu orangtuanya dengan bertani dan menggembala kambing. Lalu hasil jerih payahnya sebagian diberikan ke orangtua dan dipakai sendiri.

Selama di Tuban, kata Munasir, Nukul tidak pernah terlihat bergaul dengan jamaah-jamaah beraliran keras.  “Nggih mboten nate, wong Nukul niku mboten neko. Cuman kekancan kalean tonggo sebelah, mboten tebih-tebih (Ya tidak ada, Nukul tidak neko-neko. Hanya berteman dengan tetangga sebelah, tidak jauh-jauh-Red),” tambahnya.

Munasir mengaku di desanya tidak ada jamaah yang beraliran keras. Saat melakukan ibadah, Nukul juga biasa saja. “Kadang salat di rumah, kadang di masjid kalau jumatan,” jelas Munasir yang diamini paman Nukul, Tawar, 44.

Nukul meninggalkan Tuban dan merantau ke Jakarta pada sejak satu tahun lalu. Saat itu anaknya diajak familinya yang bernama Wasit (21). Untuk diketahui, Wasit yang beralamatkan di Dusun Doro RT 003 RW 001, Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, itu juga ditangkap polisi bersama Nukul.

Informasi dari Polri, hingga saat ini Nukul dan Wasit masih diperiksa Densus 88. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar, keduanya  bersama salah seorang lainnya, Khaerudin, belum terindikasi terkait kasus terorisme dan masih berada di tahanan Polda Metro Jaya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…