16demo
Senin, 16 Agustus 2010 20:36 WIB News Share :

Komisi I
Malaysia harus minta maaf

Jakarta--Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanudin, mendesak pemerintah Malaysia untuk segera meminta maaf untuk meredakan memanasnya hubungan kedua negara berkait insiden penangkapan dua petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

“Tindakan menangkap dan membawa petugas resmi negara dapat memancing pertikaian di antara kedua negara. Pemerintah RI harus bersikap lebih keras, dan meminta Malayasia untuk minta maaf kepada rakyat Indonesia,” kata Tubagus Hasanudin berapi-api kepada VIVAnews.com, Senin (16/8).

“Kalau perlu tarik Dubes RI untuk Malaysia sampai persoalan ini selesai.”

Menurut Tubagus, langkah petugas KKP menangkap nelayan Malaysia adalah tindakan yang absah untuk menegakkan kedaulatan teritori Indonesia.

Dan karena itu, tak sepantasnya Malaysia menangkap balik petugas Indonesia itu. “Itu tindakan sangat provokatif,” katanya lagi.

Mestinya, lanjut Tubagus, jika tak sepakat dengan penangkapan itu, pemerintah Malaysia dapat menempuh dua cara. Pertama, meminta kepada KKP untuk melepaskan nelayan itu.
Kedua, membiarkan dahulu penangkapan itu dan kemudian melakukan protes melalui jalur diplomatik resmi.

Meski demikian, anggota Komisi I DPR yang lain, Kemal Aziz Stamboel, meminta agar organisasi massa tidak melakukan aksi razia sewenang-wenang terhadap warga Malaysia di Indonesia.

Menurut anggota Fraksi PKS dari daerah pemilihan Jawa Barat XI itu, masyarakat sebaiknya memberi waktu kepada pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kita tunggu saja, perwakilan kita sudah menanganinya. Mudah-mudahan ditemukan solusi yang terbaik, karena masing-masing kan mengklaim kejadian di wilayah laut masing-masing,” ujar Kemal.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad usai menghadiri pidato SBY di DPR, menyatakan bahwa dalam satu dua hari lagi tiga anak buahnya akan dibebaskan.

Fadel yang berjalan bersisian dengan Dubes Malaysia untuk RI, Dato Syed Manshe Afdzaruddin Syed Hassan mengatakan situasi ini semata karena kesalahpahaman.

“Insya Allah, dalam satu dua hari ini akan bisa dipulangkan. Bukan begitu, Pak Dubes?” kata Fadel kepada Dubes Malaysia, yang langsung menjawab dengan anggukan kepala.

vivanews/nad

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…