Senin, 16 Agustus 2010 08:14 WIB News Share :

Komisi I DPR bentuk Tim Investigasi penangkapan KKP

Jakarta–Komisi I DPR yang membidangi persoalan pertahanan negara, ikut andil dalam kasus penangkapan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh polisi air Malaysia dengan membentuk tim investigasi.

Tim investigasi itu akan dibentuk secepatnya guna mengumpulkan fakta dalam peristiwa penangkapan warga negara Indonesia tersebut. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I Mahfudz Shiddiq, Minggu (15/8).

“Harus dibentuk tim investigasi untuk mengumpulkan fakta di lapangan. Kalau peristiwa terjadi di perairan Indonesia, pemerintah harus menyampaikan nota protes dan mereka (Malaysia) harus minta maaf dan membebaskan tiga warga negara kita,” katanya.

Menurutnya, lokasi penangkapan tiga orang pengawas Satuan Kerja KKP Batam itu, harus dipertegas. Jika penangkapan oleh polisi air Malaysia itu terjadi di perairan Indonesia, maka Pemerintahan Malaysia melakukan pelanggaran hukum.

“Kalau kejadiannya di wilayah hukum Indonesia, pelanggaran itu harus diselesaikan di wilayah hukum dalam hal ini Indonesia,” imbuhnya.

Oleh karenanya, sambung dia, tim investigasi bentukan Komisi I DPR RI ini akan bertugas memperjelas di mana penangkapan terhadap tiga warga negara Indonesia itu dilakukan polisi air Malaysia. “Itu untuk memperjelas peristiwa itu terjadi di perairan Indonesia atau zona internasional.”

Siapa saja yang akan dipanggil oleh tim investigasi Komisi I nantinya? “Ini harus melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemkumham, Kepolisian, Kemlu, dan Kemhan, juga Menkopolhukam,” tutupnya.

inilah/rif

lowongan kerja
lowongan kerja GRAINS & DOUGH RESTAURANT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…