Senin, 16 Agustus 2010 10:29 WIB News Share :

Fadel
Presiden belum perlu turun tangan

Jakarta–Menteri Kelautan dan Perairan Fadel Muhammad menyatakan, Presiden SBY belum perlu turun tangan untuk menangani kasus penangkapan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di perairan Bintan Kepri.

“Ini kan masalah nelayan, masa Presiden, jangan dulu lah,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, di Gedung Paripurna DPR RI, Senin (16/8).

Fadel menyatakan, pihaknya telah mengutus tiga orang setara direktur ke Malaysia untuk melakukan pembicaraan mengenai kasus penangkapan tersebut. “Sampai hari ini belum ada kejelasan. Habis ini (Paripurna) saya akan bertemu Dubes Malaysia untuk dapatkan keterangan terakhir,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya pembicaraan tersebut, ketiga pegawai KKP bisa segera dilepaskan dan dikembalikan ke Indonesia. “Supaya ketiga orang KKP itu segera dilepaskan karena menurut saya tidak bersalah,” ujarnya.

Ia pun mengaku telah melakukan koordinasi dengan Menlu Indonesia. Pasalnya, ia sama sekali belum mengetahui duduk perkara yang pasti terkait kasus tersebut.

Sementara dari posisi hukum, Fadel optimis bahwa ketiga pegawainya tidak melanggar aturan kedua negara karena mereka melakukan penangkapan atas nelayan Malaysia masih berada dalam perairan Indonesia. “Kalau menurut saya kuat, karena meraka mengambil di perairan kita,” ujarnya.

Kronologi peristiwa itu, pada Jumat kemarin tiga petugas KKP diantaranya Erwan dan Asriadi, mendapat laporan dari masyarakat kalau ada pencurian dari nelayan Malaysia di dekat perairan Batam. Ketiganya lalu menuju lokasi dan mendapatkan nelayan Malaysia sedang mencuri ikan.

Petugas itu melakukan tindakan sesuai prosedur dengan menarik kapal itu ke pangkalan terdekat. Jadi 3 petugas naik di kapal mereka dan 7 ABK mereka diangkut dengan speadboot ke Batam. Namun di tengah perjalanan kapan yang dinaiki petugas itu dikejar aparat Malaysia. Kapal itu berhasil ditarik lagi menuju ke Johor otomatis 3 petugas itu ditahan di sana.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…