Senin, 16 Agustus 2010 16:52 WIB News Share :

Dua karyawan KSP Intidana Semarang dirampok

Semarang–Dua karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana di Jalan Majapahit Nomor 329 Semarang jadi korban perampokan dengan kerugian mencapai Rp200 juta.

Perampokan tersebut terjadi tepat di samping kantor KSP Intidana atau di Jalan Sendangguwo Semarang, Senin (16/8) kira-kira pukul 10.30 WIB.

Seorang karyawan yang ikut menjadi korban perampokan, Diah Kristanti, mengatakan sebelum terjadi perampokan, dirinya dan seorang rekan kerjanya, Edwin Setyawan, mendapat tugas mengambil uang perusahaan di Bank BCA Cabang Majapahit dengan mengendarai mobil Suzuki APV bernomor polisi H 9821 KS.

“Setelah mengambil uang di bank, kami berdua hendak kembali ke kantor tapi saat Edwin turun dari mobil perusahaan yang diparkir di samping kantor, tiba-tiba dia dihampiri empat orang dengan berboncengan dua sepeda motor,” katanya.

Menurut dia, rekan kerjanya tersebut langsung ditodong senjata tajam jenis gobang oleh salah seorang perampok agar menyerahkan uang ratusan juta rupiah yang disimpan di tas.

“Saya tidak tahu perampokan tersebut secara pasti karena pada saat kejadian saya masih di dalam mobil,” ujarnya yang mengaku tidak merasa diikuti perampok saat menuju kantor dari mengambil uang di bank.

Diah juga mengaku sulit mengenali keempat pelaku perampokan karena semua pelaku memakai helm tertutup dan perampokan berlangsung cukup cepat.

Anggota Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Semarang dan Kepolisian Sektor Pedurungan yang menerima laporan terjadinya perampokan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.

Hingga saat ini, kedua korban masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Pedurungan Semarang guna pengungkapan kasus perampokan yang cukup nekat ini karena terjadi saat kondisi di sekitar TKP cukup ramai.

Polisi juga sempat melihat rekaman kamera pengintai dari toko yang berada di seberang TKP perampokan namun tidak menemukan petunjuk yang mengarah pada pelaku perampokan.

Ant/nad

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…