Minggu, 15 Agustus 2010 10:46 WIB News Share :

Usus bocah 8 tahun keluar dari perut

Bontang–Sistem pencernaan Ananda Pasha Kinanti ,8, bocah yang ususnya keluar sehabis operasi demam berdarah, tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, sebagian makanan yang dicerna bisa keluar dari ususnya yang terjulur.

“Kalau makan, gumpalan makanan yang dicerna sebagian keluar dari ususnya yang keluar dari dalam perutnya,” kata ayah Ananda, Rusdi, ketika dihubungi wartawan, Sabtu (14/8) malam.

Ketidakmampuan dana, membuat Rusdi yang bekerja sebagai buruh itu tidak sanggup membiayai operasi penyembuhan Ananda. Karenanya, mau tidak mau putrinya harus menderita selama 2 tahun terakhir ini.

“Operasi pertama saja, saya dibantu teman-teman saya,” ujar Rusdi yang tinggal di Dusun Abadi, Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).

Tidak banyak yang bisa diperbuat Rusdi. Upaya hukum untuk melaporkan oknum dokter berisial Am yang bekerja di salah satu rumah sakit di Bontang ke kepolisian juga tidak kunjung dilakukannya. Dokter itu diduga melakukan malpraktik saat melakukan operasi demam berdarah terhadap Ananda.

“Saya tidak mengerti yang begitu (melaporkan ke kepolisian) itu Pak. Saya cuma bisa berharap anak saya bisa sembuh lagi. Entahlah bagaimana caranya,” imbuh Rusdi.

Dikatakan Rusdi, selama 2 tahun ini, juga tidak ada perhatian Pemkot Bontang, misalnya dengan memberikan bantuan bagi upaya penyembuhan Ananda. “Juga tidak ada yang menjenguk anak saya,” tambah Rusdi.

Seperti diberitakan, usus keluar dari perut yang dialami Ananda terjadi sejak 2008 lalu. Saat berusia 6 tahun, Ananda terpaksa dilarikan ke RSUD Bontang tanpa luka di perutnya. Ananda didiagnosa menderita demam berdarah.

Medis akhirnya memutuskan untuk mengoperasi Ananda dan belakangan operasi tersebut diduga yang mengakibatkan usus keluar. Saat itu, operasi Ananda menghabiskan dana Rp 7 Juta. Dana sebesar itu diperoleh Rusdi dari hasil sumbangan rekan dan tetangganya yang menaruh iba.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…