Minggu, 15 Agustus 2010 18:36 WIB News Share :

TPM ke Mabes Polri urus masa penahanan Ba'asyir

Jakarta –– Masa penahanan Abu Bakar Ba’asyir akan segera habis. Tim Pembela Muslim (TPM) datangi Mabes Polri untuk menanyakan apakah Ba’asyir akan terus ditahan atau tidak.

“Kedatangan kami karena diminta oleh penyidik Mabes Polri sehubungan dengan masa berakhirnya masa penahanan Ustadz 7×24 jam,” kata Ketua TPM Mahendradatta di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (15/8).

Selain Mahendradatta, pengacara lainnya dari TPM seperti Munarman dan Achmad Michdan juga ikut hadir. “Kami akan meminta kepastian apakah Ustadz ditahan atau tidak,” tambah Mahendradatta.

Dalam kesempatan ini, Mahendradatta kembali mempersoalkan penangkapan Ba’asyir yang dilakukan oleh tim Densus 88. Menurut Mahendradatta, latihan militer dianggap bukan termasuk ke dalam tindak pidana terorisme.

“Dalam UU No 15 Tahun 2003 jo Perpu No 1 Tahun 2002 yang mengatur macam-macam tindak teroris, tidak ada satu pasal pun yang mengatakan kalau  latihan militer adalah tindak pidana terorisme,” papar Mahendradatta.

Mahendradatta juga mempertanyakan soal aksi main tembak yang terus dilakukan oleh Densus 88. Menurut TPM, aksi semacam ini sangat arogan karena polisi belum mengetahui identitas buruannya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…