Minggu, 15 Agustus 2010 17:35 WIB Solo Share :

Sembako “Kemerdekaan" tanda kasih untuk warga Ketelan

Solo (Espos)–Ny Joyo Parno, perempuan tua asal RT 3/RW IV Kebalen, Kampung Baru, Pasar Kliwon, itu hanya bisa termangu di antara sekumpulan ibu-ibu muda tetangganya, Minggu (15/8) pagi. Bertempat di pinggir Kali Pepe, perempuan yang mengaku telah berumur 100 tahun itu, begitu sabar menunggu dimulainya pembagian paket bahan kebutuhan pokok (Sembako) oleh Paguyuban Warga Peduli (Pagari) Kebalen, Kampung Baru.

Untaian kata sambutan yang silih berganti dari Ketua Paguyuban Warga Peduli (Pagari) Kebalen, Handoko Prasetyo; Lurah Kampung Baru, Suharjono dan Camat Pasar Kliwon, Dicky Sigit Hendrijono; tak dihiraukan oleh Ny Joyo Parno. Hanya satu yang dia tunggu, tanda dari panitia bakti sosial (Baksos), bahwa penjualan paket Sembako Kemerdekaan, dimulai. “Saya mau beli Sembako, harganya murah di sini,” ujarnya dalam bahasa Jawa, saat Espos menyapa.

Beruntung, tak berapa lama kemudian waktu yang dinantikan Ny Joyo Parno, tiba. Dengan bimbingan tetangganya, perempuan yang tak lagi mampu berdiri tegak itu, sedikit demi sedikit merangsek maju. Disibakkannya pelan kerumunan orang-orang di hadapannya itu.

Usaha Ny Joyo tak sia-sia. Sebab panitia Baksos memberinya kesempatan utama untuk membeli paket Sembako lengkap seharga Rp 10.000 itu. Paket Sembako tersebut berisi bahan makanan dan non-makanan senilai Rp 56.000.

Penyelenggara Baksos, Pagari Kebalen, memberikan subsidi Rp 46.000 per paket Sembako. Pagari merupakan kelompok yang bergerak di bidang sosial keamanan di lingkungan II Kampung Baru. Pagari memiliki 17 donatur dan 24 anggota yang selalu aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan dan sosial.

“Kegiatan ini memang bukan pembagian gratis paket Sembako, tapi penjualan paket. Namun kami telah subsidi Rp 46.000 per paket ini. Paket ini kami beri paket kemerdekaan, untuk memperingati HUT kemerdekaan RI,” ujar Ketua Pagari, Handoko Prasetyo.

kur

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…