Minggu, 15 Agustus 2010 12:04 WIB News Share :

Jenderal Bambang Hendarso diminta munculkan diri ke publik

Jakarta — Keberadaan Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD) masih simpang siur menyusul pembatalan mendadak serah terima jabatan (sertijab) lima perwira tinggi Jumat lalu. BHD kini didesak muncul ke publik dan menjelaskan perihal ‘menghilang’-nya yang bersangkutan.

“Kami mendesak Kapolri segera muncul. Keluar dari persembunyiannya. Apakah dia sakit atau tugas luar, harus dijelaskan ke publik lewat jumpa pers,” kata Ketua Presidum Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, Minggu (15/8).

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi III, Syarifudin Suding. Selain meminta BHD muncul ke publik, politikus Hanura itu juga meminta BHD menjelaskan kepada publik mengapa sertijab batal dilakukan.

Suding mengatakan, jika alasan BHD menunda sertijab karena sakit, kenapa tidak langsung diumumkan saat itu juga. Ia juga meragukan alasan yang menyebut pembatalan sertijab karena BHD sedang menjalani tugas di luar.

“Saya kira agenda-agenda penting seperti itu harusnya terkoordinasi dengan baik. Tidak ada kegiatan yang begitu penting (sertijab) bertabrakan dengan dinas ke luar,” kata Suding.

Simpang siur kondisi dan keberadaan Kapolri dimulai ketika serah terima sejumlah jabatan yang digelar di Mabes Polri ditunda. Alasannya, Kapolri dan Wakapolri sedang ada kegiatan di luar Mabes Polri.

Kabar menyebutkan, Kapolri dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun Juru Bicara SBY, Julian A Pasha, membantahnya. Padahal Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes I Ketut Untung Yoga Ana tetap bersikukuh, Kapolri dipanggil SBY.

Terakhir, penasihat Kapolri Kastorius Sinaga mengungkapkan bahwa Kapolri sakit. Namun, hal ini pun ditepis oleh Kadiv Humas, Irjen (Pol) Edward Aritonang. Edrward mengatakan Kapolri hari ini ada di rumahnya, namun tidak sakit. Ketidakhadiran Kapolri dalam Sertijab kemarin, katanya, karena ada tugas internal.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…