Minggu, 15 Agustus 2010 15:51 WIB News Share :

ICW temukan 28 masalah pada tujuh calon pimpinan KPK

Jakarta–Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan 28 masalah pada 7 pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penemuan ini merupakan hasil investigasi rekam jejak terhadap 7 calon pimpinan KPK.

Rencananya hasil temuan  ini akan diserahkan ke Panitia Seleksi (Pansel)  besok, Senin (16/8). Investigasi dilakukan pada 3-15 Agustus 2010 lalu. Ada tiga indikator dalam rekam kelayakan calon. Pertama leadership, kedua integritas dan ketiga komitmen dari para calon terhadap pemberantasan korupsi.

“Kita mencegah lolosnya calon yang justru dapat melemahkan KPK dan membajak pemberantasan korupsi,” ujar Peneliti Hukum ICW Donal Fariz saat jumpa pers di kantornya, Jl Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (15/8).

Menurut Donal, dalam aspek leadership ada enam temuan yang ditemukan ICW misalnya, sejumlah calon belum terbukti berhasil memimpin sebuah lembaga negara sebesar dengan eskalasi konflik yang tinggi seperti KPK.

12 temuan dalam aspek Integritas ada calon yang memiliki afiliasi politik, standar biaya hidup tinggi dan pernah menegosiasi perkara di Pengadilan Negeri terkait penundaan ekseskusi. “Bahkan ada calon yang pernah menghentikan sejumlah kasus korupsi,” ungkapnya tanpa menyebutkan nama calon tersebut.

Terakhir komitmen pemberantasan korupsi, ada 10 temuan misalnya berasal dari institusi yang belum mampu membenahi internal dari praktek mafia hukum, membantu penjatuhan vonis bebas dan pernah meminta KPK untuk menghentikan kasus korupsi.

Dari tiga indikator ini lanjut Donal, masing-masing calon memiliki problem, ada calon yang terkena tiga indikator ini, ada yang dua dan ada yang satu. “Semua kandidat punya problem,” tutupnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…