Minggu, 15 Agustus 2010 17:48 WIB Hukum Share :

Gara-gara jus, mahasiswi UIN dibunuh

Jakarta — Identitas mayat wanita yang ditemukan dalam karung di Pintu Air Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/8) lalu akhirnya terkuak. Korban yang merupakan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) bernama Wati Rohmawati ,22, dibunuh oleh mantan pacarnya.

“Pelakunya adalah mantan pacarnya bernama Rahmat Syah ,25,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hamidin saat dihubungi wartawan, Minggu (15/8).

Hamidin menjelaskan, korban dan pelaku pernah terlibat asmara sejak beberapa tahun lalu. Namun, sejak tahun 2009, mereka putus. “Lalu mereka bertemu lagi,” katanya.

Dia menjelaskan, pembunuhan itu terjadi di rumah Rahmat di Jalan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat pada Selasa (10/8) sekitar pukul 19.00 WIB saat kedua orangtua Rahmat pergi. Korban sendiri baru ditemukan pada Jumat (13/8) pagi di Pintu Air Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hamidin menjelaskan, awalnya, korban bertemu dengan pelaku di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat. Korban berniat meminjam uang senilai Rp 200 ribu ke pelaku.

Rahmat kemudian memberi pinjaman uang kepada korban. Korban lalu dibawa ke rumah pelaku. Setibanya di rumah pelaku, korban memesan dua mangkuk bakso dan dua gelas jus alpukat dingin di warung dekat kediaman Rahmat. Wati kemudian mencicipi Jus alpukat milik Rahmat. “Pelaku lalu marah dan melarangnya,” katanya.

Reaksi pelaku kemudian membuat Wati kesal. Wati kemudian menyebut Rahmat pelit. “Itu kemudian membuat dia tambah marah, lalu memukulnya hingga sekarat,” katanya.

Melihat korban sudah sekarat, pelaku panik. Dia kemudian memasukkan jenazah korban yang masih hidup ke dalam karung, lalu dibuang ke Banjir Kanal Barat dekat rumah pelaku. “Korban diduga dibuang saat dalam keadaan masih hidup,” tutupnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…