Minggu, 15 Agustus 2010 03:31 WIB Sport Share :

Gaji atlet Solo Rp 1.944 per hari

Solo (Espos)–Rencana turunnya uang pembinaan kepada setiap pengurus cabang  (Pengcab) Kota Solo sebesar Rp 7 juta untuk periode tahun 2010 bulan September nanti menyisakan cerita miris tentang atlet kita.

Dengan jumlah itu, bila pengcab menyerahkan seluruh dana pembinaan kepada 10 orang atletnya, setiap atlet hanya akan menerima pembinaan atau gaji sebesar Rp 58.333 per bulan atau Rp 1.944 per hari.

Namun bila dana pembinaan tersebut terpotong anggaran untuk kejuaraan dan biaya operasional harian pengcab, jumlah yang diterima tiap atlet akan lebih kecil lagi.

Seperti diungkapkan Ketua Harian Pengcab Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), Devi Rahyuanto kepada Espos, Kamis (12/7).

Devi sendiri telah mengalkulasi besaran dana pembinaan tahun 2010 dengan jumlah perenang yang dimiliki PRSI Solo sebanyak 120 orang.

“Per hari, para perenang kita digaji kurang dari Rp 200, atau lebih tepatnya hanya Rp 162. Selama sebulan, gajinya cuma Rp 4861. Itu kan jumlah yang sangat tidak layak untuk para atlet,” katanya.

Jumlah itu, sebutnya lagi, tidak seimbang dengan prestasi yang diharapkan dari setiap atlet.

“Bayangkan, dengan gaji sekecil itu, tidak mungkin bisa menghadirkan prestasi maksimal dari anak-anak. Tak heran banyak atlet kita yang memilih berhenti berlatih atau malah pergi ke kota lain.”

Estimasi gaji harian para perenang Solo yang diperkirakan Devi itu berangkat dari belum juga cairnya dana pembinaan KONI untuk setiap pengcab.

Ketika dimintai konfirmasi soal hal ini, Ketua Harian KONI Solo, Gatot Sugiartono, mengatakan bahwa kini pihaknya sedang mengurus pencairan dana guna memenuhi bonus atlet berprestasi pada Porprov 2009 lalu yang jumlahnya mencapai Rp 2 miliar.

Dana tersebut baru terkumpul hingga pencairan tahap II APBD sekitar Juni 2010 lalu. Oleh karena itu, dana pembinaan untuk setiap pengcab baru akan diberikan usai pencairan APBD tahap ketiga September mendatang.

m92

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….