fadel3
Minggu, 15 Agustus 2010 13:56 WIB News Share :

Fadel kirim utusan bebaskan tiga petugas DKP

Jakarta–Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Fadel Muhammad mengecam keras penangkapan petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) oleh polisi air (Polairut) Malaysia.

Padahal yang dilakukan oleh petugas DKP sudah benar karena sedang menangkap nelayan Malaysia yang mencuri ikan di perairan Indonesia. “Mereka kurang ajar dan memasuki teritory kita, kita jadi keras,” kata Fadel, Minggu (15/8).

Menurut mantan Gubernur Gorontalo ini, pihak KKP sedang mengirim tim untuk menuntaskan kasus ini. Sebab, jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk di masa mendatang. Ketiga petugas itu diamankan ke Johor. “Saya sudah kirim orang ke Johor, dan minta diselesaikan,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga petugas pengawas perikanan Indonesia ditahan polisi Malaysia. Mereka ditahan saat sedang menindak 5 kapal nelayan Malaysia yang melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Bintan, Kepulauan Riau, pada Jumat (13/8) pukul 21.00 WIB.

“Saat petugas pengawas sedang menggiring 5 kapal nelayan itu itu, polisi Malaysia mencegat dengan menggunakan tembakan peringatan,” kata Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Aji Sularso, Minggu (15/8).

Aji mengatakan, Asriadi ,40, Erwan ,37, Seivo Grevo Wewengkang ,26, ditahan lantaran tiga pria itu menaiki kapal nelayan Malaysia untuk menggiringnya ke perairan Indonesia.

“Karena dicegat pihak bersenjata, dua speedboat kami menyelamatkan diri. Tiga pengawas kami terbawa dan akhirnya ditahan,” kata Aji seraya menambahkan lima kapal nelayan itu dibawa oleh polisi Malaysia ke Johor.

dtc/ tiw

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ngutang

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Selasa (18/7/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Economic Action Indonesia dan Analis Ekonomi BNI Securities Jakarta Barat. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Banyak kawan yang bertanya kepada saya, mengapa pemerintah memperlebar…