Minggu, 15 Agustus 2010 17:31 WIB Solo Share :

“Dugaan penyimpangan hambat penanganan banjir”

Solo (Espos)–Kalangan legislatif mengkhawatirkan, masih adanya permasalahan relokasi warga bantaran Bengawan Solo yang tinggal di tanah negara, akan menghambat relokasi warga yang tinggal di tanah hak milik (HM).

Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto mengatakan, permasalahan indikasi penyimpangan dana relokasi warga yang tinggal di tanah negara bisa menghambat rencana relokasi tanah HM yang ditargetkan tahun 2010 ini tuntas. “Kami minta untuk yang relokasi kemarin (relokasi tanah negara-red) tuntas terlebih dahulu. Secara umum, masalah ini memang akhirnya menghambat program penanganan banjir Bengawan Solo, termasuk rencana relokasi yang HM,” ungkap Supriyanto kepada wartawan di Gedung Dewan, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, Tim Penanggulangan Banjir harus menuntaskan masalah ini dengan melakukan validasi ulang sehingga tidak muncul permasalahan di kemudian hari. Ketua Komisi IV, Zaenal Arifin menjelaskan, relokasi bagi warga yang memiliki sertifikat HM harus dilakukan secara hati-hati. Sebab, lanjut dia, warga memang telah memiliki sertifikat atas tanah. “Makanya mau ganti seperti apa. Prosesnya ini lebih rumit karena mereka memang benar-benar memiliki sertifikat. Tidak bisa kalau hanya minta pindah saja. Harus duduk bersama dan adanya kesepakatan dua pihak,” terang dia.

Sementara Walikota Solo, Joko Widodo mengatakan, penanganan untuk yang memiliki sertifikat HM memang berbeda. Dia mengatakan, Pemkot terus melakukan komunikasi intensif dengan masyarakat mengenai hal itu.
Mengenai kepastian relokasi, dia hanya mengatakan, secepatnya relokasi dilakukan. Soal membengkaknya data pemilih lahan HM dari sekitar 300-an KK menjadi 600-an KK, Jokowi mengatakan, hal itu akan divalidasi lagi.

dni

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…