Sabtu, 14 Agustus 2010 21:47 WIB Klaten Share :

Waspadai makanan yang kadaluwarsa

Klaten (Espos)-– Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Klaten meminta konsumen mewaspadai makanan kadaluwarsa.

Kasi Perlindungan Konsumen, Disperindagkop dan UMKM, Wiwing Mardewi kepada Espos, Sabtu (14/8), menuturkan saat ini masih marak sejumlah makanan yang dijual tanpa menyertakan tanggal kadaluwarsa sebagaimana anjuran dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Kue menjadi makanan yang paling banyak ditemukan tanpa menggunakan tanggal kadaluwarsa. Hal ini tentu merugikan konsumen. Bagaimana konsumen bisa tahu makanan tersebut layak untuk dikonsumsi jika tanpa disertakan tanggal kadaluwarsa,” imbuh Wiwing.

Selain waspada terhadap makanan yang kadaluwarsa, Disperindagkop dan UMKM juga meminta konsumen mewaspadai makanan yang mengandung formalin yang dijajakan di sejumlah pasar di Klaten.

Disperindagkop dan UMKM menemukan beberapa makanan yang terindikasi mengandung formalin di salah satu pasar tradisional di Klaten dalam inpeksi mendadak (Sidak) pada Mei lalu.

Wiwing Mardewi mengatakan beberapa makanan yang terindikasi  mengandung formalin itu meliputi bakso, tahu, dan bakmi.

“Kami memang belum membuktikan kandungan formalin pada makanan itu lewat laboratorium. Akan tetapi, dari ciri-ciri fisik sudah kelihatan seperti memiliki kekenyalan tinggi, lalat tidak berani mendekat, dan bisa bertahan hingga empat hari,” ujar Wiwing.

mkd

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran dan Wartawan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (23/6/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Lebaran tinggal menghitung jam. Semua sibuk menyambut. Tak terkecuali barisan juru…