Sabtu, 14 Agustus 2010 14:52 WIB News Share :

Usus bocah 8 tahun keluar usai operasi DB

Jakarta–Ananda Pasha Kinanti, 8, sudah 2 tahun ini mengalami luka di perutnya hingga ususnya keluar.

Bocah yang tinggal di Dusun Abadi  RT 13, Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) diduga terkena malpraktik.

Kondisi siswa kelas 1 SDN 010 Lok Tuan itu terlihat menyedihkan. Usus yang keluar dari dalam perutnya yang terbungkus plastik kresek itu sesekali tampak mengeluarkan cairan.

Putri dari 4 bersaudara pasangan Rusdi, 39, dan Asmawati, 43, itu seolah tidak merasakan kejadian pahit yang sedang dialaminya.

Ananda pun tak merasa malu untuk tetap bersekolah. Canda tawa bersama teman-temannya tetap dilakoninya.

“Nggak (malu),” kata Ananda kepada wartawan yang berkunjung ke rumahnya,Sabtu (14/08).

Rumah yang didiami Ananda bersama kedua orang tua kandung dan neneknya itu tergolong sangat sederhana.

Ketiadaan dana operasi menyebabkan Ananda belum disentuh pengobatan untuk mengembalikan kondisi ususnya seperti semula.

Usus keluar dari perut yang dialami Ananda terjadi sejak tahun 2008 lalu. Saat berusia 6 tahun, Ananda terpaksa dilarikan ke RSUD Bontang tanpa luka di perutnya.

“Waktu masuk rumah sakit, tidak ada luka, artinya kondisi anak saya baik-baik saja,” kata Rusdi kepada wartawan.

Setelah dilakukan observasi, lanjut Rusdi, Ananda didiagnosa menderita demam berdarah (DB). Medis akhirnya memutuskan untuk mengoperasi Ananda.

“Entah kenapa usus anak saya keluar dari perutnya,” imbuh Rusdi.

Saat itu, Rusdi menghabiskan dana Rp 7 Juta untuk membiayai operasi putrinya. Dana sebesar itu diperoleh Rusdi dari hasil sumbangan rekan dan tetangganya yang menaruh iba ke pada Ananda setelah diputuskan medis harus menjalani operasi.

“Saya heran, bagaimana demam berdarah bisa mengakibatkan perut anak saya seperti itu,” tambah Rusdi.

Upaya menanyakan langsung kepada pihak RS, dalam hal ini seorang dokter yang menangani pengoperasian Ananda, sudah dilakukan.

Seorang dokter bernisial AM, hanya mengatakan kondisi Ananda akan dikembalikan seperti semula melaluioperasi, saat berat badannya mencapai 17 Kilogram.

“Nah, kalau mau mengoperasi untuk mengembalikan kondisi perut anak saya, uangnya darimana Pak?” tanya Rusdi.

Akibat ketiadaan dana itulah, Ananda terus mengalami luka di bagian perut hingga usus keluar selama 2 tahun ini.

“Kondisi Ananda itu menyebabkan makanan yang dimakannya, bisa keluar lewat usus itu,” timpal Lia, nenek Ananda.

Lia juga mengatakan, sesekali terdengar rintihan Ananda meringis kesakitan. Pun dokter yang mengoperasi Ananda, tidak pernah menjenguk Ananda.

“Tidak pernah menjenguk dia (Ananda),” ucap Lia.

dtc/nad

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…