Sabtu, 14 Agustus 2010 03:21 WIB Sport Share :

PTMSI khawatirkan regenerasi atlet

Solo (Espos)–Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Solo memprihatinkan minimnya pembinaan dan regenerasi para atlet tenis meja.

Miskinnya pembinaan para atlet di Solo cenderung diakibatnya minimnya tingkat kepeduluian para klub dalam menjaring para atlet terutama yang berasal dari kalangan usia dini dan pemula (usia 9-12 th).

Di Solo sendiri saat ini tercatat ada delapan Perkumpulan Tenis Meja (PTM) masih aktif. Kedelapan PTM tersebut antara lain yakni Aji Soko, RRI,Sapto Manunggal, Satria, Karisma, PMS, Mitra Medika dan NSK Nusukan.

“Namun dari dari delapan PTM tersebut hanya dua yang cukup aktif melakukan perekrutan maupun pembinaan bagi para atlet usia dini. Sementara yang lainnya lebih didominasi para atlet dewasa dan orientasinya sekedar having fun,” tutur sekretaris umum (Sekum) PTMSI Solo, Darto saat dijumpai Espos di Manahan, Solo, Jumat (13/8).

Miskinnya pembinan ini, kata Darto, mengakibatkan prestasi para petenis meja di Kota Solo, khusunya ditingkat junior mengalami kemunduran.

Hal ini terlihat saat Kejurda Jateng 2010 di Purworeja beberapa waktu lalu, para awak tenis meja Kota Solo mencatat prestasi terburuk sepanjang sejarah yakni gagal menyabet juara satu maupun mempertahankan peringkat kedua seperti tahun sebelumnya.

m89

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…