Sabtu, 14 Agustus 2010 02:39 WIB Sport Share :

Persibo masih mengharap Manahan.

Solo (Espos)–Pihak Persibo Bojonegoro masih berharap bakal mendapatkan ijin penggunaan Stadion Manahan sebagai home base  saat menghadapi kerasnya kompetisi musim depan.

Keinginan menempati Stadion Manahan sebagai markas diyakini mampu menjadikan prestasi skuat Laskar Angling Dharma, julukan Persibo lebih gemilang saat berkiprah di Indonesia Super Liga musim 2010-2011 nanti.

“Kami percaya dengan tradisi bahwa akan tampil bagus setiap bermain di Manahan.Selain itu pemilihan markas di Solo didukung faktor masyarakat Solo yang ramah dan komunikatif. Sehingga kami masih berharap memperoleh ijin penempatan di Stadion Manahan,” terang manajer Persibo Bojonegoro, Taufik Risnendar kepada Espos, Jumat (13/8).

Bahkan karena sangat inginnya menggunakan Stadion Manahan, pihak Persibo rela mengeluarkan kocek sebesar Rp 60-70 juta setiap mengunakan lapangan untuk mengelar laga.

Selain itu pun pihak Persibo sesuai dengan perjanjian yang tertulis, bersedia memberikan bantuan dana sebesar Rp 20 juta bagi pembinaan Persis Solo selama satu musim.

“Keinginan kami memang menjadi Stadion Manahan sebagai pilihan utama sambil penyelesaian Stadion Letjen Soedirman di Bojonegoro,” imbuh Taufik.

Pihak manajemen, Taufik melanjutkan, memang sudah memiliki tiga alternatif lainnya andaikata, Stadion Manahan batal. Ketiga stadion pilihan yang akan digunakan pasukan Sartono Anwar berlabuh yakni Stadion Brawijaya, Kediri, Stadion Tri Dharma Gresik dan Stadion Gelora 10 November Surabaya.

“Namun kami tetap berharap menempati Manahan dibandingkan ketiga alternatif tersebut,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim 0813 Bojonegoro ini.

Persis enggan berbagi

Namun, keinginan manajemen Persibo ini nampaknya bakal bertepuk sebelah tangan. Pasalnya pihak pengurus Persis Solo sepertinya enggan berbagi dengan Laskar Angling Dharma dalam penggunaan Stadion Manahan.

Terpisah Ketua umum Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo mengaku pembatalan ijin peminjaman Stadion Manahan kepada Persibo dikarenakan penggunaan stadion yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1998 ini cukup padat.

Selain sering digunakan sebagai ajang resmi PSSI, Stadion Manahan juga dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan AFF U-16 th pda September nanti.

“Sehingga untuk sementara memang kami tidak ijinkan. Namun secara resmi memang kami belum berikan balasan ke manajemen Persibo terkait penolakan ini,” terang Rudy.

Lebih lanjut, Rudy mengaku selain intensitas Manahan yang cukup padat, saat ini stadion kebanggaan masyarakat Solo ini juga sedang dalam proses perawatan intensif.

Selain itu, Rudy juga berharap penggunaan Satdion Manahan lebih dulu dioptimalkan bagi kegiatan olahraga di Solo terlebih dulu dibanding daerah lain.

m89

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…