Sabtu, 14 Agustus 2010 16:46 WIB News Share :

Pengacara
Ba'asyir tak punya rekening bank

Jakarta--Polisi menyatakan memiliki data rekening yang membuktikan keterlibatan Ba’asyir sebagai penyokong dana kamp latihan militer teroris di Aceh. Nilai data arus transaksi yang berkait dengan Ba’asyir mencapai Rp1 miliar.

Keterangan polisi itu dibantah pengacara Ba’asyir, Achmad Michdan.

“Ustad tak pernah punya rekening,” kata dia. Menurutnya, jangankan melakukan transfer dana, kliennya selama ini “tak pernah berhubungan dengan pihak bank.”

Michdan balas mempertanyakan keterkaitan dua personel polisi dan satu mantan personel polisi dalam jaringan teroris Aceh.

“Apakah dua anggota Polri itu akhirnya dinyatakan terlibat?” Michdan mempertanyakan.

Soal bukti arus dana itu dijelaskan Wakil Kepala Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Ketut Untung Yoga, di Mabes Polri, Jumat (13/8). “Kisaran jumlahnya hampir mendekati angka Rp1 miliar,” kata Ketut.

Ketut tidak menyebutkan apakah rekening dan transfer dana itu adalah atas nama Ba’asyir sendiri atau bukan. “Dalam penjelasannya, Pak Kabareskrim (Ito Sumardi) tidak menyebutkan nama. Tidak disebutkan dari ini ke ini,” kata dia.

Bukti aliran dana ini, menurut polisi didapatkan dalam penggerebekan jaringan teroris jaringan Aceh awal 2010 lalu.

Jumlah itu berasal dari pimpinan JAT Jakarta, Haris, sebesar Rp400 juta, Haryadi Rp150 juta, dr. Syarif Rp200 juta, dan sejumlah uang tunai dari tangan Maulana yang tewas dalam penggerebekan sebelumnya.

Belum jelas apakah rekening yang digunakan untuk menjerat Ba’asyir itu terkait dengan aliran dana itu.

vivanews/nad

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…