pakistan-banjirdlm
Sabtu, 14 Agustus 2010 15:15 WIB Internasional Share :

PBB
Beri bantuan lebih besar untuk Pakistan

Islamabad--Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengimbau negara-negara untuk memberikan bantuan yang lebih besar kepada Pakistan yang dilanda banjir dahsyat.

Saat ini dana sekitar US$ 310 juta dibutuhkan untuk upaya kemanusiaan bagi para korban banjir. Bahkan Pakistan masih akan membutuhkan dana miliaran dolar lagi untuk membangun kembali negeri itu.

Disampaikan juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), Nicholas Reader, dari jumlah kekurangan dana US$ 310 juta tersebut, PBB baru menerima US$ 93 juta dengan tambahan US$ 32 juta yang dijanjikan. Demikian seperti diberitakan News.com.au, Sabtu (14/8).

Dikatakan Reader, sejauh ini pemerintah AS menyumbangkan dana paling banyak, yakni sekitar US$ 70 juta. AS juga telah mengerahkan helikopter-helikopter militernya untuk menyelamatkan warga yang terjebak banjir serta menurunkan bahan makanan dan air minum.

Inggris merupakan negara pendonor terbesar kedua. Negara besar Eropa itu menjanjikan bantuan sekitar US$ 32 juta. Donasi-donasi besar lainnya datang dari Jerman sebesar US$ 13 juta, Australia sebanyak US$ 10 juta, Kuwait sebesar US$ 5 juta, Jepang sebesar US$ 3,5 juta dan Norwegia sebesar US$ 3,3 juta.

Dikatakan juru bicara PBB Martin Nesirky, organisasi-organisasi kemanusiaan di Pakistan tengah bekerja untuk mengantarkan bantuan bagi setidaknya 6 juta jiwa yang membutuhkan. Namun dana yang lebih besar dibutuhkan untuk bisa memberikan bantuan dengan cepat.

Sekjen PBB Ban Ki-moon pun berencana berkunjung ke Pakistan untuk melihat sejauh mana kerusakan di negeri itu.

Menurut Molly Kinder, pakar bantuan Pakistan di lembaga Center for Global Development di Washington, AS, kurangnya bantuan untuk korban banjir Pakistan, salah satunya disebabkan oleh minimnya pemberitaan di media internasional.

Menurut Maurizio Giuliano, juru bicara PBB di Pakistan, alasan donasi berjalan lamban karena jumlah korban jiwa akibat banjir tersebut relatif rendah dibandingkan bencana-bencana lainnya. Jumlah korban jiwa akibat gempa dan tsunami di Haiti, misalnya, jauh lebih besar.

“Sayangnya, kadang-kadang publik hanya melihat jumlah korban jiwa meskipun jumlah orang yang kehidupannya terganggu mungkin merupakan angka yang lebih penting,” tutur Giuliano.

Setidaknya 1.600 orang tewas akibat banjir di Pakistan. Namun sekitar 6 juta orang lainnya terkena dampak banjir tersebut.

dtc/nad

lowongan kerja
lowongan kerja PT Astra International tbk Daihatsu Solobaru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…