Sabtu, 14 Agustus 2010 22:32 WIB News Share :

Korban mutilasi dipotong jadi dua bagian

Bandung--Tubuh ibu muda yang jadi korban mutilasi, Dewi Winarsih, 30, di potong menjadi dua bagian oleh pelaku.

“Korban, dipotong jadi dua bagian dan dipotong pas dibagian pusar,” kata Kapolsekta Lengkong, AKP Philemon Ginting, ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Sabtu malam.

Philemon menambahkan pihaknya menduga korban dimutilasi oleh mantan suami korban.
“Pelaku diduga suaminya dan saat ini kami sedang memburu pelaku dan diprediksi berada di Sukabumi, tapi sampai malm ini kami belum bisa memastikan motif pelaku,” ujarnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini, jenazah korban dibawa ke RSHS untuk keperluan autopsi.

Sebelumnya, Polisi, Sabtu sore,  mengamankan mayat Dewi Winarsih, korban mutilasi, yang ditemukan di rumahnya di Gang I RT 06 RW 05, Kelurahan Cikawao Kecamatan Lengkong, Bandung.

Menurut saksi, Yusuf Rahmat, dia bersama Tini, ibunya korban dan polisi mendobrak pintu rumah korban karena sudah seminggu  rumah itu sepi.

“Begitu Ibu Tini datang dan berupaya membuka pintu, pintu itu terkunci,” katanya.

Menurutnya, saat hendak membuka pintu rumah korban, polisi sempat menaruh kecurigaan akan terjadinya peristiwa mutilasi.

“Ini kan musim mutilasi, keluarga sama polisi dari awal juga udah curiga,” katanya.

Ia menambah, begitu dirinya berhasil masuk ke rumah korban, keadaan di rumah tersebut berantakan.

“Pokoknya saat saya, Bu Tini dan polisi masuk, rumah sudah berantakan dan ada dua buah obat nyamuk yang masih nyala,” ujar Yusuf.

Lalu, kata dia, disepakati untuk memanggil polisi karena warga juga curiga terjadi sesuatu terhadap penghuni rumah tersebut.

Ketika mereka masuk, kata Yusuf, rumah dalam keadaan berantakan, di dekat kamar ada sisa darah  dan pada dekat tangga mengalir air yang bau.

Setelah diperiksa, kata dia, ternyata ada dua karung di atap di atas kamar Dewi dan setelah diperiksa, salah satu karung itu berisi potongan kaki.

Menurut dia, sudah diyakini bahwa itu adalah mayat Dewi, dan jenazahnya dikirim polisi ke RSHS Bandung.

“Karung goni itu dilapisi aspal dan oli, lalu di dalamnya ada karung plastik dan kresek hitam,” katanya.

Ant/nad

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoaks dengan Logika

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (20/6/2017). Esai ini karya Rahmi Nuraini, alumnus Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah rahminoer@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Kampanye untuk menghentikan berita bohong atau hoaks yang mengandung fitnah dan ujaran kebencian di…