Sabtu, 14 Agustus 2010 13:23 WIB Hukum Share :

Isteri pelawak Cholik dipolisikan, terkait uang sumbangan

Jakarta–Kematian pelawak Cholik Syahmari menyisakan balada tersendiri bagi keluarganya. Anak angkat Cholik, Arya Wiguna, mempolisikan istri kedua sang pelawak, Ida Farida. Janda Cholik ini dituding telah membawa lari uang sumbangan yang sedianya diwasiatkan untuk membayar utang almarhum.

Polisi akan mulai memeriksa kasus tersebut, Senin (16/8) pekan depan. Arya akan dimintai keterangan sebagai pelapor kasus tersebut. Arya mengaku terpaksa melaporkan Ida karena ia merasa menjadi korban. Ia dikejar-kejar semua orang yang pernah memberikan utang pada Cholik. Padahal meskipun, ia yang membantu penggalangan dana tersebut, Arya sama sekali tidak memegang uangnya.

“Senin jam 12.00 WIB, saya akan diperiksa di Polda Metrojaya,” kata Arya, Sabtu (14/8).

Dengan sedih, Arya berkisah ia terpaksa meninggalkan rumah dan tinggal di kos-kosan karena tidak tahan dikejar-kejar penagih utang pelawak Cholik. Selama ini, Arya memang yang mempelopori penggalangan dana untuk pentolan Pelita Grup itu saat terbaring sakit di RSCM dan membutuhkan uluran dana.

“Saya tidak tahu mengapa niat saya menolong malah jadi begini. Saya dianggap makan uang Pak Cholik karena orang tahunya, saya yang mengumpulkan dana. Padahal saya tidak membawa uang tersebut,” cuthat Arya.

Arya sebagai anak angkat Cholik selama ini memang yang sering berbicara ke media massa tentang sakit pelawak dengan logat khas Tegal itu. Penggalangan dana diberikan lewat rekening atas nama Cholik dan ATM dipegang istri Cholik, Ida. Terakhir pada 1 Juli, Arya melihat uang di rekening Cholik sudah mencapai Rp 106 juta. Setelah itu Arya tidak pernah mengetahui lagi berapa persis jumlah sumbangan yang diterima Cholik.

Pelawak Cholik meninggal pada Rabu (14/7). Dinas Kesehatan menanggung biaya pengobatan pelawak yang sempat kekurangan setelah tidak lagi jaya itu. Sebelum meninggal pelawak yang sempat menjadi koordinator artis Tim Pemenangan Fauzi Bowo itu memberikan wasiat agar uang bantuan yang diterimanya digunakan untuk membayar utang.

dtc/rif

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…