Sabtu, 14 Agustus 2010 12:15 WIB News Share :

Din curiga penangkapan Ba'asyir

Jakarta–Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin curiga penangkapan Abu Bakar Ba’asyir untuk alihkan isu semata. Din juga kecewa dengan cara penangkapan pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukohardjo, Abu Bakar Ba’asyir.

“Tidak ada alasan untuk melakukan hal seperti itu,” kata Din pada diskusi Radio Trijaya bertema ‘Merdeka tapi Cemas’ di Jakarta, Sabtu (14/8).

Aparat penegak hukum, menurut dia, seharusnya mengindahkan aturan dan budaya yang berlaku. “Kalau penahanan itu melibatkan nama seperti Noordin M. Top, cara penangkapan seperti itu bisa dilakukan,” ujar dia.

Din khawatir penangkapan tersebut dapat menciptakan trauma bagi pemuka agama lainnya.

“Saya khawatir ada rekayasa, seperti rekaman yang semula disebutkan Kapolri ada. Dengan logika sederhana itu bisa dihubungkan,” katanya. Toh, Din mengaku tidak memiliki bukti untuk itu.

Dia berharap kepolisian memiliki bukti yang kuat tentang dugaan keterlibatan Ba’asyir dalam jaringan teroris. “Saya mendukung upaya pemberantasan terorisme, tapi hanya jika ada bukti kuat. Jika tidak, bebaskan,” katanya.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…