Sabtu, 14 Agustus 2010 14:24 WIB News Share :

Banjir rendam enam desa di Cilacap

Cilacap–Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Cilacap sejak Jumat malam (13/8) hingga Sabtu pagi (14/8) menyebabkan enam desa di Kabupaten tersebut terendam banjir.

Keenam desa tersebut, yakni Desa Mekarsari di Kecamatan Cipari, Desa Padangsari, Mulyadadi, Mulyasari, dan Pahonjean (Kecamatan Majenang), serta Desa Surusunda (Kecamatan Karangpucung).

“Tadi pagi banjir tersebut merendam 79 rumah dengan ketinggian air 20-40 centimeter. Hingga saat ini sawah sawah seluas 116 hektare masih terendam banjir,” kata Kepala Desa Mekarsari Wahyudiono.

Menurut dia, pihaknya hingga saat ini masih mendata jumlah kerugian yang diderita warga.
Selain menerjang Desa Mekarsari, banjir tersebut juga merendam areal persawahan seluas 300 hektare yang berada di Desa Padangsari, Mulyadadi, Mulyasari, dan Pahonjean (Kecamatan Majenang).

Kepala Desa Mulyadadi Sangidun mengatakan, hujan deras yang terjadi pada Jumat malam (13/8) hingga Sabtu pagi tersebut disertai hembusan angin yang sangat kencang.

“Akibatnya sebuah rumah milik Miskam Suheri, warga Dusun Purwodadi RT 06 RW 07, Desa Mulyadadi, roboh. Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Sementara itu Kepala Subbagian Tata Usaha Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap Wilayah Majenang, Sabar mengatakan, tanggul Sungai Cikuya, Desa Surusunda, Kecamatan Karangpucung, jebol sepanjang 50 meter karena tak mampu menampung luapan air saat hujan deras mengguyur wilayah ini.

Menurut dia, jebolnya tanggul tersebut mengakibatkan areal sawah seluas 42 hektare terendam banjir.

“Kami masih mendata jumlah kerugian yang diderita warga akibat banjir tersebut. Tanaman padi pada areal persawahan di wilayah tersebut rata-rata berusia 30-60 hari,” katanya.

ant/rif

KSP ARTHA MULIA CABANG KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menghentikan Perundungan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (25/7/2017). Esai ini karya Dian Sasmita, Direktur Sahabat Kapas, lembaga swadaya masyarakat yang peduli pada perlindungan anak. Alamat e-mail penulis adalah dianmiyoto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Sepekan terakhir dua video perundungan yang dilakukan sekelompok mahasiswa di…