Sabtu, 14 Agustus 2010 17:25 WIB Solo Share :

Bangun Jl Kapten Mulyadi, Pemkot berkoordinasi dengan BP3

Solo (Espos)–Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mengacu pada ketentuan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) dalam melaksanakan pembangunan di Jl Kapten Mulyadi Solo.

Hal itu dilakukan dengan pertimbangan terdapat banyak bangunan cagar budaya di kawasan itu.

Jokowi mengemukakan proyek pembangunan berupa pelebaran sisi barat dan sisi timur di sepanjang Jl Kapten Mulyadi. Pengeprasan dimungkinkan akan terjadi dan mengubah tatanan sejumlah bangunan yang ada di kawasan itu.

Terkait hal tersebut, Jokowi menyatakan pihaknya akan berkoordinasi bersama BP3 dengan tujuan melindungi bangunan-bangunan cagar budaya yang ada di kawasan itu.

”Kami akan berkoordinasi dengan BP3 yang akan merekomendasi bangunan mana saja yang termasuk cagar budaya dan mana yang tidak. Terhadap bangunan yang termasuk cagar budaya, akan kami bengkokkan dan tidak akan dikepras,” tegas Jokowi kepada wartawan, Sabtu (14/8).

Jokowi menjelaskan pelaksanaan pembangunan di Jl Kapten Mulyadi dilaksanakan secara bertahap. Pada tahun 2010 ini, Pemkot fokus terhadap pembangunan di sisi barat karena akan dijadikan percontohan sabuk hijau.

Tahap selanjutnya, lanjut dia, Pemkot akan merealisasikan pengeprasan sejumlah bangunan di sepanjang Jl Kapten Mulyadi sisi timur tahun depan.

“Kami mengacu pada BP3 dalam melakukan pendataan bangunan mana saja yang termasuk cagar budaya,” imbuh dia.

sry

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…