Jumat, 13 Agustus 2010 19:33 WIB Hukum Share :

Warga Masaran babak belur dimassa

Solo (Espos)–Warga Masaran, Sragen, Setyo Budiyono, 38, babak belur dimassa di Stasiun Purwosari, Solo, Kamis (12/8).

Aksi main hakim sendiri tersebut dipicu oleh ulah yang bersangkutan menjambret handphone (HP) Blackberry Onyx milik Farida Dinari, 21, warga Kota Baru, Yogyakarta.

Informasi yang dihimpun Espos, antara tersangka dengan korban diketahui bersama-sama naik Kereta Api (KA) Pramex jurusan Solo-Yogyakarta. Sesampai di Stasiun Purworsari, sebagian besar penumpang KA mulai turun.

Sebaliknya, di dalam KA hanya terdapat tersangka, korban, dan beberapa penumpang lainnya. Pada saat itu pula, korban sedang asyik memainkan HP di kursi penumpang. Tak terasa, ternyata aksi itu dipantau oleh tersangka.

Saat korban mulai lengah menjaga HP-nya, tersangka langsung menjambret barang mungil itu. Berhasil mengambil HP, tersangka berusaha melarikan diri melalui pintu KA.

Kontan saja, hal tersebut membuat korban marah dan berteriak minta tolong kepada penumpang lainnya. Saat tersangka berhasil turun dari KA, tiba-tiba banyak orang yang mendengar teriakan korban. Dalam waktu sekejap,  tersangka terkepung sebelum akhirnya dimassa. Akibatnya, tersangka mengalami luka serius di bagian kepala.

“Rencananya saya ingin pergi ke Solo dan turun di Stasiun Jebres. Tapi, saat di Stasiun Purwosari, kok tiba-tiba ada pejambret ini. Beruntung, waktu itu saya berteriak dan di luar KA masih banyak orang,” ujar korban, Farida Dinari, 21 saat ditemui wartawan di Mapolsek Laweyan, Kamis (12/8).

Menurut pengakuan tersangka di hadapan penyidik, dirinya nekat melakukan aksi penjambretan, lantaran membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Selama kurun waktu tiga pekan terakhir, tersangka yang memiliki dua putera itu mengaku tidak memiliki uang.

pso

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…