Jumat, 13 Agustus 2010 12:33 WIB Hukum Share :

Seorang janda tewas di tangan pencuri

Tuban–Seorang janda bernama Tursi ,46, warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Tuban ditemukan tewas dengan leher terjerat tali tampar. Tursi tewas setelah kalah duel melawan pemuda yang hendak mencuri di rumahnya. Kejadian itu terjadi pada Jumat (13/8) dini hari.

Pemuda yang merampok rumah Tursi adalah Muhadi ,29. Muhadi sendiri yang masih tetangganya. Aksi Muhadi diketahui setelah Tursi berteriak dan meminta tolong. Muhadi yang panik langsung menjerat leher Tursi dengan tali tampar yang telah dipersiapkannya. Dalam duel singkat itulah Muhadi berhasil menjerat leher Tursi. Bahkan, Tursi saat itu juga tewas karena tak bisa bernafas dengan lidah menjulur.

Teriakan Tursi didengar para tetangga. Mereka langsung mengepung rumah janda, sebagian warga lain menghubungi Mapolsek Kerek. Warga tak berani masuk rumah Tursi, karena khawatir kawanan rampok berjumlah banyak dan bersenjata tajam. Mereka menunggu polisi datang.

Rombongan polisi dari Polsek Kerek dan Polres Tuban datang. Mereka langsung mendobrak pintu dan menangkap Muhadi. Ia nyaris menjadi sasaran amuk massa setelah tahu jika janda tersebut telah tewas dengan leher terjerat tali tampar.

“Kami kaget ketika korban minta tolong, saya bersama warga yang bersama warga yang lain hanya berkumpul di sekitar rumahnya. Kami menunggu polisi, kan khawatir jangan-jangan rampoknya bawsa senjata,” kata  Muklis ,47,  tetangga korban saat ditemui di kamar jenasah RSUD Dr R Koema Tuban.

Kini jenazah janda yang hidup sendiri itu, masih di otopsi di kamar jenasah RSUD Dr R Koesma Tuban. Sedangkan Muhadi alias Lemu, kini ditahan di Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tragedi tewasnya janda yang berprofesi sebagai pedagang pracangan itu bermula ketika Muhadi terjepit hutang. Saat tengah malam  ia nekad memasuki rumah janda Tursi untuk mencuri barang berharga. Ketika masuk dengan menjebol pintu, Tursi ternyata belum tidur. Dia langsung berteriak-teriak ada rampok dan meminta tolong para tetangga.

Kapolres Tuban, AKP Nyoman Lastika menyatakan, saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.”Tersangka kini di Mapolres Tuban untuk menjalan pemeriksaan lebih lanjut, petugas masihmemeriksa untuk mengungkap motif dari pembunuhan itu,” ungkap Nyoman Lastika.

dtc/ tiw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dirawat dan Merawat Cendekiawan Soedjatmoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (19/8/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Rabu, 15 Agustus 2017, pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada delapan…