Jumat, 13 Agustus 2010 21:59 WIB Boyolali Share :

Penyertaan modal ke Bank Jateng dinilai tak beri kontribusi

Boyolali (Espos)–Kalangan DPRD Boyolali mempertanyakan penyertaan modal Pemkab Boyolali di Bank Jateng. Pasalnya, dana penyertaan modal yang hingga saat ini mencapai Rp 7,8 miliar dinilai tidak memberi kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) Boyolali.

Wakil Ketua DPRD Boyolali, Thontowi Jauhari mengatakan dengan kondisi itu, pihaknya mendesak BPK untuk melakukan audit investigasi pada Bank Jateng terkait penyertaan modal Pemkab tersebut. “Sampai saat ini juga tidak jelas berapa deviden yang diterima dan masuk ke kas daerah, siapa yang menerima dan kapan diserahkan,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (13/8).

Ditambahkannya, perlunya audit investigasi itu dilakukan setelah KPK melansir adanya dugaan sejumlah kepala daerah yang menerima fee dari bank tersebut. Thontowi menyatakan dana penyertaan modal di Bank Jateng jumlahnya sangat besar dan bertambah tiap tahun. Dalam tahun 2010 ini, Pemkab telah mengajukan tambahan dana lagi untuk penyertaan modal senilai Rp 1,5 miliar. Dana itu, jelas Thontowi, diajukan melalui APBD Perubahan 2010. “DPRD juga telah melakukan rapat koordinasi untuk mengetahui posisi dana penyertaan modal itu, karena saat ini juga tidak diketahui kemana deviden itu masuk,” papar dia.

Sementara Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Boyolali, Sugiyanto mengatakan tidak benar jika Bank Jateng tidak memberikan deviden atas dana penyertaan modal Pemkeb Boyolali. “Realisasi deviden tahun ini mencapai Rp 2,214 miliar. Tetapi deviden itu dimasukkan lagi sebagai dana penyertaan modal ke Bank Jateng,” papar dia kepada wartawan.

Dijelaskannya, besarnya dana penyertaan modal Pemkab Boyolali ke Bank Jateng itu telah sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jateng. Hasil keputusan itu, jelasnya, antara lain menyebutkan besarnya penyertaan modal sama dengan deviden yang diberikan.

fid

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…