Jumat, 13 Agustus 2010 13:19 WIB News Share :

Nelayan hilang ditemukan tewas di Pulau Gosong

Rembang–Masduki, seorang nelayan Desa Leran, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang dinyatakan hilang pada Kamis (12/8), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Jumat pagi (13/8).

“Korban ditemukan pertama kali oleh nelayan Desa Bonang Kecamatan Lasem, di timur Pulau Gosong, korban masuk dalam jaring nelayan itu, sehingga sempat dikira ikan,” jelas Nawi, nelayan yang turut mengevakuasi mayat korban dari laut.

Korban Masduki, warga RT 03 RW 2 itu diketahui hilang oleh salah seorang temannya, Abdul Rozak yang melaut tidak jauh dari korban.

“Hari Kamis itu, kami sama-sama melaut. Satu perahu satu nelayan. Bersama dengan sejumlah nelayan lain, kami putuskan untuk melaut di selatan Pulau Gosong,” kata, Abdul Rozak yang ditemui sesaat setelah penemuan korban.

Namun, lanjut dia, saat sampai di lokasi, angin kencang dan ombak setinggi satu meter tiba-tiba datang.  “Angin tersebut menghantam perahu-perahu kami. Naasnya, ketika itu, mungkin Masduki sedang menebar jaring sehingga dia hilang keseimbangan dan jatuh ke laut,” katanya.

Begitu mengetahui Masduki terjatuh, dia mengaku langsung berupaya melarikan perahunya menuju perahu Masduki. Akan tetapi, kata dia, korban sudah menghilang.

Sementara itu, Kepala desa setempat, M Munawir mengatakan sesaat setelah menerima laporan bahwa salah satu warganya tenggelam, dia langsung memerintahkan lebih dari 50 nelayan yang lain untuk melakukan pencarian.

“Setiap nelayan kami bantu Rp50.000 untuk transportasi selama pencarian. Namun, sampai dengan petang, korban belum ditemukan dan baru ditemukan hari ini,” katanya.

Regu penolong dan satuan polisi air (satpolair) Rembang, yang rencananya akan melanjutkan pencarian kembali hari ini, akhirnya urung.

Atas kejadian ini, Kepala Kepolisian Resor Rembang, AKBP Susilo Teguh Rahardjo yang didampingi Kepala Kepolisian Sektor Sluke, AKP Binuka menghimbau nelayan untuk waspada terhadap ombak dan angin kencang.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…