Jumat, 13 Agustus 2010 08:30 WIB News Share :

DPR akan batalkan pembangunan rumah aspirasi

Jakarta–Protes keras dari masyarakat atas rencana anggota membangun rumah aspirasi di daerah pemilihannya masih terus terjadi. Oleh karena itu, DPR berencana membatalkan pembangunan rumah aspirasi bagi masing-masing anggota DPR.

“Pembangunan rumah aspirasi per anggota DPR sudah hampir pasti tidak jadi karena penolakan rakyat luar biasa. Pembatalan bisa dilakukan kalau opsi membuang pasal rumah aspirasi dalam tatib DPR disetujui,” ujar Wakil Ketua BURT DPR Pius Lustrilanang, Kamis (12/8).

Pius menuturkan opsi lainnya, DPR akan mengubah haluan. Rencana semula membangun rumah aspirasi untuk masing-masing anggota DPR, akan dirubah menjadi rumah aspirasi kolektif anggota DPR per dapil. Jadi nantinya rumah aspirasi dibangun per dapil, untuk sejumlah anggota yang berada dalam dapil tersebut.

“Dari usulan satu rumah satu anggota itu akan kita rubah menjadi satu dapil satu rumah. Sehinnga anggota DPR satu dapil akan memiliki satu rumah aspirasi bersama,” terang Pius.

Kedua opsi tersebut nantinya akan dibahas dalam rapat Panja Rumah Aspirasi usai reses nanti.

Sebelumnya DPR merencanakan pembangunan rumah aspirasi dengan total anggaran Rp 209 miliar per tahun akan dimulai tahun 2011. Seiring protes keras publik, DPR perlahan mundur, sejumlah fraksi DPR pun meminta anggota DPR menggunakan kantor parpolnya di daerah sebagai rumah aspirasi.

dtc/rif

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…