Jumat, 13 Agustus 2010 15:16 WIB News Share :

Disnakkeswan
NTB waspada rabies

Mataram–Berada di dua provinsi yang terjangkit penyakit rabies membuat Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat H. Abdul Samad menyatakan daerah NTB dalam status waspada rabies.

“Di Bali kasus rabies sampai sekarang masih terjadi, begitu juga dengan Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah korban dari dua provinsi itu sudah mencapai ratusan orang. NTB berada di tengah, sehingga harus waspada,” katanya di Mataram, Jumat (13/8).

Ia mengatakan, penyakit rabies adalah penyakit menular yang akut, menyerang susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies jenis “rhabdho” yaitu virus yang dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia.

Penyakit tersebut merupakan penyakit “zoonosa” yang berbahaya dan mengancam manusia, karena apabila sekali gejala klinis penyakit rabies muncul, biasanya akan diakhiri dengan kematian.

Virus rabies selain terdapat di susunan syaraf pusat, juga terdapat di air liur hewan penderita rabies. Oleh sebab itu penularan penyakit rabies pada manusia atau hewan lain melalui gigitan.

Ia khawatir jika penyakit berbahaya itu sampai masukĀ  NTB, karena dapat menjadi penghambat terbesar dalam mewujudkan berbagai program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah provinsi seperti bumi sejuta sapi (BSS) pada 2014 dan satu juta wisatawan melalui “Visit Lombok Sumbawa” 2013.

“Kalau penyakit ini sampai masukĀ  NTB, bahaya bagi berbagai program besar di provinsi ini, apalagi fokus sekarang mewujudkan BSS dan peningkatan kunjungan wisatawan,” katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…