Jumat, 13 Agustus 2010 18:20 WIB Klaten Share :

Diduga gas elpiji bocor, warga Jungkare terkena kobaran api

Klaten (Espos)–Warga Dusun/ Desa Jungkare, Kecamatan Karangnom, Klaten, Parlan, 27 bersama isteri, Ari Mulyani, 24 dan anaknya, Amalia, 11 bulan, Jumat (13/8), menderita luka bakar di sekujur tubuhnya setelah terkena kobaran api yang diduga bersumber dari gas elpiji yang bocor.

Keluarga tersebut kini dirawat intensif di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Keterangan yang dihimpun, menyebutkan, kejadian itu berawal saat Parlan bersama keluarganya sedang tertidur lelap di warungnya di MTsN 1 Klaten, Jalan Ki Ageng Gribig Klaten.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Parlan terjaga dan merasa risih karena kondisi gelap gulita akibat listrik padam. Korban pun mengambil korek api untuk menyalakan lilin. Nahas, saat korek dipantik, kobaran api tiba-tiba menyambar tubuhnya.

Kobaran api semakin membesar hingga mengenai Ari Mulyani serta Amalia yang masih berada di alam mimpi. Korban berteriak meminta tolong sedangkan Amalia yang terjaga menangis keras.

Warga yang mendengar teriakan korban mendekat ke lokasi dan memberikan pertolongan. Untungnya, api cepat padam dan tak sampai membakar bangunan warung seluas 3×4 meter persegi yang menyatu dengan tempat tidur itu.

Aparat kepolisian datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. “Saya ingin menyalakan lilin karena listrik oglangan, tapi malah api menyembur,” papar Parlan di RSUP.

Diduga, selang regulator yang menghubungkan kompor gas dengan tabungnya kendur sehingga terjadi kebocoran gas. Lelaki yang bekerja sebagai tukang kebun itu mengaku kurang memperhatikan apakah ada bau gas di sekeliling ruang yang ditempatinya.

rei

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…