Jumat, 13 Agustus 2010 20:40 WIB Boyolali Share :

Curi helm, dua pengamen diringkus

Boyolali (Espos)–Diduga telah melakukan pencurian sebuah helm milik Gigih Ristiono, 26, warga Dukuh Gawok, Desa Ngargoloko, Ampel, Boyolali di halaman sanggar Pramuka kompleks Taman Kota Kridanggo, dua orang pengamen dibekuk jajaran Polsek Boyolali Kota.

Kedua tersangka itu masing-masing Budiyanto alias Bodong, 19, warga Jetis, Kragilan, Mojosongo dan TY, 17, warga Satriyan, Kelurahan Siswodipuran, Boyolali. Saat ini keduanya masih ditahan di Mapolres Boyolali guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Informasi yang dihimpun Espos, Jumat (13/8) menyebutkan peristiwa pencurian itu terjadi Senin (9/8).

Saat itu, korban sekitar pukul 11.00 WIB datang ke sanggar untuk bekerja. Setelah memarkir motornya, korban meletakkan helm di stang motor. Korban kemudian masuk ke dalam sanggar. Sekitar pukul 13.00 WIB, korban kaget helm miliknya sudah tidak ada. Korban sempat menanyakan keberadaan helm miliknya kepada kedua rekannya, Muh Ihsan dan Heri. Kedua rekan korban sempat mengetahui pelaku yang mencuri helm tersebut. Pasalnya, kedua pencuri itu biasa bermain di Kridanggo.

Atas peristiwa itu, korban melapor ke Mapolsek Boyolali Kota. Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Boyolali Kota AKP Jumaisah mengatakan dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, pencuri mengarah kepada kedua pengamen tersebut. “Kami kemudian melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku,” papar dia kepada wartawan.

Dari pengejaran petugas, akhirnya kedua tersangka berhasil ditangkap di daerah Sunggingan, Boyolali. Dari tangan tersangka petugas berhasil menyita helm seharga Rp 150.000 sebagai barang buktinya. Kepada petugas, tersangka mengakui perbuatannya. Kapolsek menambahkan kedua tersangka dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian.

fid

lowongan kerja
lowongan kerja GRAINS & DOUGH RESTAURANT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…