Jumat, 13 Agustus 2010 09:48 WIB Hukum Share :

CDR Ade-Ari "pintu keluar" Polri dari kasus Anggodo?

Jakarta–Polisi menyampaikan bahwa satu-satunya bukti percakapan Deputi Direktur Penindakan KPK Ade Rahardja dan tersangka dugaan penyuapan pimpinan KPK Ari Muladi ada dalam bentuk Call Data Record (CDR). Hal ini menimbulkan spekulasi negatif, Polisi dinilai mencari pintu keluar keterlibatan anggotanya dalam kasus Anggodo.

“Jangan-jangan memang itu (CDR) jadi pintu keluar adanya mafia kasus di Kepolisian. Kalau ini benar sangat bahaya sekali, ini lonceng kematian penegakan hukum di Indonesia,” ujar anggota Komisi III DPR dari FPKS, Nasir Jamil, Kamis (12/8).

Menurut Nasir, rekaman pembicaraan Ade-Ari yang sebelumnya disampaikan Kapolri adalah bukti kunci dari kasus ini. Apa yang disampaikan Polri bahwa bukti tersebut hanya ada dalam bentuk CDR dinilai akan menutup pembuktian adanya markus di tubuh Kepolisian.

“Itu sangat penting bagi citra Polri, karena itu kan percakapan Ari dengan Irjen Pol Ade Rahardja. Dan kalau ini terbukti tentu akan sangat menjatuhkan muka Polri dan Kejaksaan,” ungkap Nasir.

Oleh karena itu, Nasir tetap akan mempertanyakan rekaman pembicaraan Ade-Ari kepada Kapolri dalam rapat Komisi III DPR dengan Kapolri usai reses nanti.

“Apakah karena itu lalu rekaman itu dihilangkan?,” Kalau itu alasannya sehingga dikhawatirkan rekaman itu membuka bobrok Polisi tentu itu tidak bisa ditolerir,” tegas Nasir.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…