Kamis, 12 Agustus 2010 21:32 WIB Hukum Share :

Warga Pajang ditemukan tewas

Solo (Espos)--Supadmo Diharjo, 72, warga Sidodadi RT 6/RW I, Pajang, Laweyan ditemukan tewas tergeletak di ruang kamar di rumah mantan Kajakti Kalsel, Jalil Anwar di Jalan Wora-Wari nomor 8, Banjarsari, Kamis (12/8) pukul 09.30 WIB.

Saat ditemukan, jasad korban sudah mengeluarkan aroma tak sedap alias membusuk.

Informasi yang dihimpun Espos, kasus tewasnya seorang tukang becak yang sering mangkal di pertigaan Nasilang, Solo tersebut diketahui warga bernama Wardoyo, 52, warga Pajang, Laweyan.

Saat itu, Wardoyo memperoleh telepon dari pemilik rumah, Jalil Anwar. Di mana, di waktu sebelumnnya saat Jalil mencoba menghubungi nomor rumah tidak ada jawaban. Selanjutnya, Jalil menghubungi Wardoyo untuk mengecek rumahnya yang berada di Banjarsari.

Tepat pukul 09.30 WIB, Wardoyo mengecek ke rumah di Banjarsari. Begitu sampai di depan rumah, Wardoyo mendapatkan kondisi rumah sudah sepi. Saat itu, Wardoyo mengajak seorang juru parkir (Jukir), Darsono masuk ke dalam rumah.

Berhasil masuk ke dalam rumah, Wardoyo dan Darsono merasa terkejut, lantaran Supadmo Diharjo dipastikan sudah tewas di tempat. Secara umum, ciri-ciri fisik korban, yakni tinggi badan 160 cm, celana pendek, kaos putih, di bagian kaki biru lebam. Korban diprediksi sudah meninggal dunia sejak dini hari.

Selang beberapa menit kemudian, terlihat polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

pso

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…