Kamis, 12 Agustus 2010 17:45 WIB Sragen Share :

Sragen jadi pilot project pengendalian gangguan Lantas

Sragen (Espos)–Kabupaten Sragen ditunjuk sebagai daerah pertama yang menjadi percontohan internasional penanganan kesehatan lalu lintas, karena merupakan daerah yang memiliki integrasi lintas instansi dalam penanganan kecelakaan dan cedera lalu lintas.

Sejumlah pejabat World Health Organization (WHO) bersama Kementerian Kesehatan dan Mabes Polri membuat pilot project pengendalian gangguan akibat kecelakaan dan cedera lalu lintas (Lantas) di Kabupaten Sragen, Kamis (12/8).

Dua orang perwakilan WHO yang turut hadir dalam kesempatan itu Advisor Regional Asia Tenggara WHO dr Chaimaiparn dan Medical officer Emergency and Humanitarian Action dr Vijay Nath Kyaw Win.

Vijay Nath Kyaw Win saat ditemui Espos di sela-sela kunjungannya, mengungkapkan, WHO memfasilitasi penanganan kesehatan di bidang lalu lintas.

Menurut dia, sinergisitas lembaga pemerintah di Sragen dalam penanganan kesehatan lalu lintas ini cukup tinggi, sehingga WHO memilih Sragen sebagai pilot project kali pertama.

“Untuk persiapan percontohan tersebut, kami mengecek semua sarana dan prasarana yang ada. Jika ada kekurangan, maka kami akan memberikan bantuan melalui Kementerian Kesehatan Indonesia. Seperti mobil ambulan pernah diberikan Kemenkes sebagai tahap awal program percontohan ini. Kami akan mengecek perlengkapan-perlengkapan kesehatan lainnya, baik di dalam mobil ambulan maupun di kantor pelayanannya,” tukasnya.

trh

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…