Kamis, 12 Agustus 2010 03:19 WIB Sport Share :

Sandang juara ASEAN, Baskoro rajin tempa diri

Oleh: Iskandar

Banyak hal yang mampu memicu seseorang semakin termotivasi dalam menekuni sesuatu yang digelutinya. Hal ini juga terjadi pada pesepak bola asal Serenan, Juwiring, Klaten bernama Baskoro.

Remaja kelahiran 11 Mei 1997 yang tergabung di sekolah sepak bola (SSB) Fotruna Sukoharjo tersebut, saat ini semakin rajin menempa diri dengan menambah porsi latihan sendiri setelah timnya menyabet juara I kompetisi sepak bola Yamaha the 2nd ASEAN Cup U-13.

Pada awal Agustus lalu Timnas Indonesia yang dibelanya berhasil membenamkan Timnas Thailand 3-1 di Lapangan Kuningan, Jakarta.

Gelandang Timnas Indonesia U-13 yang mengidolakan center back Manchester United, Nemanja Vidic itu mengakui perjuangan skuatnya hingga memenangkan pertandingan final lawan Thailand harus dilalui dengan bekerja keras.

Pasalnya tim dari Negera Gajah Putih itu selain bermain bagus, rata-rata juga berpostur lebih besar dibanding pemain Indonesia.

Namun berkat permainan tim Indonesia yang kompak, wakil dari Indonesia itu mampu menyingkirkan Thailand, Malaysia dan juara bertahan Vietnam.

“Setelah menjuarai kompetisi itu kami juga mendapat perhatian dari Menpora dan Presiden. Mereka mengatakan akan memperhatikan tim kami yang berhasil memenangkan kejuaraan tersebut,” papar putra pasangan Yorden Saptono dan Semi Rahayu ini ketika ditemui di Solo, Rabu (11/8).

Baskoro menjelaskan, prestasi yang diperolehnya itu diraih dengan kerja keras. Sejak kelas III SD, Baskoro yang kini sekolah di SMPN 2 Sukoharjo itu telah menekuni sepak bola tergabung di PS Pemda Solo.

Namun karena jarak tempuh setiap latihan dinilai terlalu jauh, akhirnya Saptono memindah latihan putranya ke SSB Fortuna. Dengan berpindah ke Sukoharjo, papar Sapto, meringankan dirinya mengantar putranya setiap berlatih.

Sementara itu salah satu pelatih SSB Fortuna, Yanis “Ucok” Budi mengatakan, Timnas Indonesia tak salah memilih Baskoro sebagai salah satu pemainnya. Karena anak didiknya itu dianggap sebagai pemain berbakat yang bisa diandalkan.

“Sejak dulu perawakannya ya kecil seperti itu. Tetapi anak ini mainnya kencang sekali. Sebenarnya ketika maju ke tingkat provinsi ada tiga pemain Fortuna yang diambil. Tetapi ketika sampai ke tingkat nasional ternyata hanya Baskoro yang dipanggil,” ungkap Ucok.

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…