Kamis, 12 Agustus 2010 11:23 WIB Hukum Share :

Polisi temukan 3 Senpi sisa kerusuhan Poso

Palu–Polres Poso, menemukan tiga pucuk senjata api (senpi) rakitan yang diduga merupakan sisa kerusuhan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, saat operasi penyakit masyarakat (Pekat). Hal ini dibenarkan Kapolres Poso AKBP Amiludin Roemtaat, Kamis (12/8)

Roemtaat menyebutkan, tiga senpi rakitan yang diamankan itu masing-masing dua laras pendek yang satu diantaranya bermodel organik serta satu laras panjang bermagazin. Ketiga senpi rakitan yang diduga sisa kerusuhan itu, merupakan hasil temuan aparat dan penyerahan dari warga di wilayah Kecamatan Poso Pesisir.

“Kalau dua pucuk senpi laras pendek itu didapat pada Minggu, 8 Agustus 2010 dan sisanya penyerahan warga pada Rabu (11/8) malam,” kata Kapolres Roemtaat.

Saat ditemukan, ujar dia, kondisi ketiga pucuk senpi itu sudah tidak berfungsi, namun tetap diamankan ke mapolres sebagai barang bukti. Meski polisi tidak melakukan penahanan, namun para pemilik senpi itu tetap dimintai keterangan terkait kepemilikan barang berbahaya tersebut.

Roemtaat berharap kepada seluruh masyarakatnya untuk segera menyerahkan senjuata api ilegal ke polisi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saat ini, barang buktinya kita amankan untuk selanjutnya dimusnahkan,” ujar mantan Kapolres Tojo Unauna itu.

Pascaoperasi pemulihan keamanan sejak awal tahun 2001 hingga kini, aparat Polri dan TNI berhasil menyita ratusan ribu pucuk senjata api rakitan, senjata api organik ilegal, bom rakitan, aneka senjata tradisional, serta amunisi dari berbagai jenis di bekas daerah konflik Poso.

ant/rif

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pelajaran dari First Travel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (18/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Ditangkap dan ditahannya Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First…